Menurutnya, suasana pasar rakyat yang diaajikan dapat menjadi ruang yang akrab bagi banyak orang. Mereka bisa berkumpul, berbincang, dan menikmati makanan bersama.
“Melalui konsep ini, kami ingin memberikan pengalaman pergantian tahun yang lebih rileks dan mudah dinikmati," ujarnya.
Pengunjung bisa datang bersama keluarga atau teman. Kemudian menikmati jajanan. "Sekaligus merayakan malam tahun baru dalam suasana sederhana. Namun, tetap berarti,” ujarnya.
Dedy juga menambahkan bahwa penggabungan kuliner Surabaya dan Madura merupakan upaya memperkenalkan kembali cita rasa daerah. Terutama yang dekat dengan masyarakat Jawa Timur.
Ia pun melihat momen pergantian tahun sebagai kesempatan untuk menghadirkan beragam kegiatan.
Acara itu tidak semata bersifat hiburan. Tetapi juga membawa unsur kedekatan budaya. “Harapannya, kegiatan ini menjadi ruang untuk berbagi kebersamaan. Juga memberi pengalaman yang menyenangkan bagi para tamu sebelum memasuki tahun baru,” pungkasnya.
(*) Mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Airlangga.