Pameran Imersif Cross Musea Bajawara di Museum 10 Nopember Bikin Belajar Sejarah Makin Seru

Sabtu 29-11-2025,20:51 WIB
Reporter : Ilmi Bening
Editor : Indria Pramuhapsari

HARIAN DISWAY - Cross Musea Bajawara menjadi daya tarik Museum 10 Nopember pada 20-30 November 2025. Anak-anak sekolah berdatangan. Mereka penasaran mengulik sejarah bangsa lewat tayangan video dalam pameran imersif tersebut. 

Mata pengunjung anak-anak terpaku pada layar sepanjang video diputar. Mereka terlihat excited. Rata-rata mengapresiasi video dengan tepuk tangan setelah tayangan berakhir. 

“Antusiasme masyarakat kali ini cukup tinggi. Sebelum ada pameran, traffic museum ini juga sudah tinggi. Jadi, ketika ada pameran ini, traffic-nya makin meningkat," kata Dinar Lyons, museum educator di Museum 10 Nopember.

Saat weekdays, menurut dia, sebagian besar pengunjung adalah pelajar. Namun, saat weekend, pengunjungnya sangat beragam. 

BACA JUGA:UNESCO Luncurkan Museum Virtual Benda Budaya yang Dicuri, Dirancang Arsitek Pritzker Francis Kéré

BACA JUGA:VinFast Media and Expert Trip 2025: Melihat Komitmen Vietnam Menjaga Harta Karun di Fine Arts Museum Hanoi


SUASANA pameran imersif di lantai 2, Museum 10 Nopember Surabaya. - Afif Siwi - Harian Disway

Dari video-video itu pengunjung mendapatkan penegasan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak serta-merta terwujud pasca proklamasi kemerdekaan. Rakyat Indonesia secara sporadis masih harus melawan penjajah. 

Di Surabaya, perobekan bendera merah putih biru di Hotel Yamato menjadi wujud perjuangan Arek-Arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Suara Bung Tomo menjadi salah satu yang paling khas dari video pertempuran di Surabaya. Resolusi jihad yang digagas KH Hasyim Asy'ari dengan membentuk laskar santri juga terekam dalampameran.

Di ruangan lantai dua Museum 10 Nopember, pengunjung menyaksikan pertempuran para pahlawan yang berjuang dengan caranya masing-masing.

BACA JUGA:Museum Megalitikum Bondowoso: Magnet Sejarah Internasional

BACA JUGA:Kegiatan Pengmas Departemen Informasi dan Perpustakaan, FISIP, Unair: Membentuk Ekosistem Masyarakat Berpengetahuan Melalui Museum

Misalnya, Dar Mortir. Sosok perempuan yang menginisiasi pembangunan dapur umum itu diungkap kisahnya. Itu menunjukkan bahwa tidak semua pahlawan adalah laki-laki. 

Selain menonton video sejarah dalam pameran imersif, peserta berkesempatan mengamati koleksi museum. Di antaranya, mesin ketik kuno, persenjataan, koran lama, kostum pahlawan, jubah, dan kitab milik KH Hasyim Asy’ari, serta diorama.

Kategori :