MOJOKERTO, HARIAN DISWAY - Nama Dahlan Iskan kembali menjadi pusat perhatian. Di gelaran Hipmi Fest bertajuk Wira Expo 2025 yang berlangsung di Sunrise Mall, Mojokerto, Sabtu, 29 November 2025.
Ratusan pengusaha muda seolah tersihir saat mengikuti talk show yang dipandu mantan Menteri BUMN tersebut. Sejak pintu acara dibuka, para peserta memang sudah menunggu sesi Dahlan.
Selama hampir satu setengah jam, suasana talk show hidup dan hangat. Dahlan tidak hanya membagikan pengalamannya sebagai pengusaha, tetapi juga mengajak para peserta menyampaikan kisah jatuh bangun mereka merintis usaha.
BACA JUGA:Dahlan Iskan di Rakernas PSMTI di Batu: Pengusaha Besar Tak Usah Dibantu, Tapi Jangan Diganggu
BACA JUGA:Dahlan Iskan Tagih Petinggi Woosh untuk Hadirkan Kereta Cepat Rute Jakarta-Surabaya
Pendekatan interaktif ini membuat ratusan pengusaha muda larut dalam suasana. “Banyak orang melihat kesuksesan seorang pengusaha di masa sekarang. Orang sering kali lupa bagaimana awal pengusaha sukses tersebut bisa menjadi seperti saat ini,” ujar Dahlan membuka sesi diskusi.
Ia kemudian mengangkat kisah sukses Kholid Bawazier, tokoh yang baru saja ia tulis dalam Catatan Dahlan Iskan di Harian Disway.
Dahlan menggambarkan bagaimana Bawazier memulai usaha dari bawah, dari sebuah toko sarung milik ayahnya. Bahkan, Bawazier tidak melanjutkan kuliah demi membantu usaha keluarga.
Bawazier hanya lulusan SMA, tetapi ketekunannya justru membuatnya melesat. Awalnya berjualan sarung keliling kampung, hingga akhirnya memiliki pabrik sarung sendiri.
BACA JUGA:Catatan Perusuh Disway Menjelang Golden Wedding Anniversary Dahlan Iskan dan Napiah Sabri
Dari pengalaman menjual 100 bungkus Indomie ke kampung-kampung, kelak Bawazier mendirikan pabrik Indomie, bahkan sampai di Arab Saudi.
Talk show makin hangat ketika Dahlan mengundang dua pengusaha muda untuk menceritakan 5 tahun perjalanan usaha mereka. Dari kisah itu Dahlan menekankan satu hal: fokus.
“Banyak pengusaha yang ketika sudah mulai mapan, tergoda untuk berpindah ke usaha lain, saya mengistilahkan kutu loncat. Ini tidak baik,” ujarnya.
Menurutnya, tidak ada pengusaha sukses yang kabur dari kesulitan. Kesulitan harus dihadapi, bukan dihindari.