Serang Caracas, Donald Trump Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Minggu 04-01-2026,00:51 WIB
Reporter : Doan Widhiandono
Editor : Retna Christa

Maduro membantah. Langsung menuding Washington ingin menggulingkannya karena Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

BACA JUGA:Donald Trump Tetapkan Cabang Ikhwanul Muslimin sebagai Organisasi Teroris Asing

BACA JUGA:Xi Jinping Telepon Donald Trump Bahas Isu Taiwan

AS juga tidak mengakui legitimasi Maduro sejak pemilu pada Mei 2025. Pengamat internasional menyebut pemilu itu penuh kejanggalan. Trump memang tidak secara eksplisit menyerukan penggulingan Maduro. Tetapi pernyataannya konsisten menekan.


Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba di New York, diadili Senin. Warga Venezuela di Doral, Florida, merayakan penangkapan Maduro, 4 Januari 2026. -AFP-

Akhir tahun lalu, Trump mengatakan bahwa jika pintar, Maduro pasti langsung mengundurkan diri. Trump juga mengancam bahwa hari-hari akhir Maduro sudah bisa dihitung dengan jari.

Padahal, dua hari sebelum serangan, Maduro sudah mencoba membuka kanal dialog. Ia menawarkan kerja sama soal pemberantasan narkoba dan migrasi ilegal.

Dalam wawancara televisi, Maduro menyatakan siap berdialog. "Kapan saja dan di mana saja AS mau," tegasnya.

BACA JUGA:Trump Terima Mamdani di Gedung Putih, Ucapkan Selamat Atas Kemenangan di Pilwalkot New York

BACA JUGA:Penjelasan Lengkap 28 Poin Rencana Trump untuk Perdamaian Rusia-Ukraina

Sementara ini, belum banyak reaksi dari dunia. Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan rapat darurat PBB. Di X, Petro menyebut bahwa dunia harus paham soal serangan AS ke Venezuela.

Jika dianalisis, dasar serangan itu bertumpu pada tiga hal. Pertama, narasi keamanan, yaitu perang terhadap narkotika, dipakai dipakai sebagai payung legitimasi.

Kedua, tekanan politik terhadap pemerintahan yang tidak diakui legitimasinya oleh Washington dan sekutu Eropa.

Ketiga, kepentingan ekonomi, yakni minyak, yang tecermin dari blokade, penyitaan tanker, dan pengetatan sanksi. Juga penutupan informal wilayah udara Venezuela.

BACA JUGA:Donald Trump Akhiri Shutdown Terpanjang dalam Sejarah Pemerintahan Amerika Serikat

BACA JUGA:Presiden Ahmed Al-Sharaa Kunjungi Gedung Putih, Trump Berharap Suriah Jadi Negara Maju

Kategori :