Surabaya Luncurkan Agen Perisai di Tiap RW, Cegah Kemiskinan Lewat Jaminan Sosial
Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro.-Humas Pemkot Surabaya-
Manfaat yang didapat pun besar. Jika terjadi kecelakaan kerja, perawatan gratis di rumah sakit kelas satu dan penggantian pendapatan selama tidak bisa bekerja. Jika meninggal, anak-anak dibiayai sampai kuliah
"Jadi keluarganya tetap punya masa depan. Tidak langsung jatuh miskin," kata Hebi. Hadi Purnomo dari BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur menyebut, saat ini 613.000 pekerja di Surabaya sudah terlindungi, yakni sekitar 42 persen dari total pekerja.
Tapi, angka itu masih jauh dari target nasional sebesar 58 persen. Tapi, progresnya diakui luar biasa. "Pemkot Surabaya sangat luar biasa," puji Hadi.
Ia menegaskan bahwa Wali Kota Eri Cahyadi sudah memberikan perlindungan kepada ketua RT/RW, Kader Surabaya Hebat (KSH), dan pekerja non-ASN.
BACA JUGA:BPJS Kesehatan Terancam Defisit Pertengahan 2026, Iuran Peserta Berpotensi Naik
BACA JUGA:Subsidi 50% BPJS Ketenagakerjaan untuk Ojol, Sopir, dan Kurir
Total, sekitar 50.000 orang sudah dilindungi lewat inisiatif pemkot, yakni 22.000 RT/RW dan 28.000 KSH. Hal tersebut adalah bentuk nyata bahwa pemerintah daerah peduli pada rakyat kecil.
Tugas agen Perisai tidak mudah. Banyak pekerja informal yang masih ragu. Untuk apa bayar tiap bulan kalau belum tentu pakai? Atau, saya tidak mampu untuk membayar.
Maka perlu pendekatan humanis. Menjelaskan bahwa jaminan sosial bukan beban, tapi perlindungan dari risiko tak terduga.a
"Bagaimana memastikan usaha kecil yang tidak mampu tetap bisa mendapat haknya. Harapannya, jika terjadi kecelakaan, biaya pengobatan ditanggung semua, tanpa keluar uang lagi," pungkas Hadi. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: