Update Banjir Bandang Sumatera: 174 Korban Meninggal, 79 Orang Hilang, Akses Jalan Terputus
Banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat memakan korban jiwa sebanyak 174 orang. --
BACA JUGA:Banjir di Aceh, Akses Terputus dan Ribuan KK Terdampak, BNPB Kerahkan Helikopter
BACA JUGA:Bencana Hidrometeorologi di Sumut, BPBD: 13 Warga Meninggal, 7 Kabupaten/Kota Terdampak
BMKG: Siklon Tropis Senyar Picu Hujan Ekstrem dan Tanah Longsor
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, serangkaian bencana ini tidak lepas dari keberadaan Siklon Tropis Senyar yang melintasi wilayah Sumatra.
Ya, Fenomena Siklon tersebut kemudian memicu curah hujan ekstrem, angin kencang, dan banjir bandang di banyak wilayah.
“Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum di wilayah perairan Selat Malaka, apalagi jika sampai melintasi daratan,” kata Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani dalam konferensi pers daring, Rabu, 26 November 2025.
Selain banjir, Siklon Senyar juga menimbulkan gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter di sejumlah perairan di Sumatra, termasuk Selat Malaka bagian tengah, Perairan Sumatra Utara, dan Perairan Rokan Hilir.
BACA JUGA:BNPB Gelar OMC Serentak di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Siklon Tropis Senyar Bisa Bangkit Lagi
BACA JUGA:BMKG dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Banjir Lahar Dingin Semeru
Respons Pemerintah: Fokus Buka Akses dan Cari Korban
Sekarang, prioritas utama pemerintah adalah membuka jalur evakuasi yang terputus, mempercepat penyaluran logistik serta melanjutkan proses pencarian korban yang belum ditemukan.
Ribuan petugas gabungan, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, hingga relawan lokal, telah dikerahkan ke berbagai wilayah yang terdampak bencana.
Distribusi bantuan turut dilakukan melalui jalur udara, darat, serta memanfaatkan perangkat komunikasi satelit untuk menjangkau daerah yang masih terisolasi.
Meski demikian, BNPB mewaspadai potensi hujan susulan yang dapat meningkatkan risiko tanah longsor, terutama di kawasan perbukitan.
Dengan kondisi cuaca yang masih belum stabil, otoritas mengimbau seluruh warga untuk tetap berada di lokasi yang aman dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pemerintah menegaskan seluruh biaya penanganan darurat, evakuasi, dan kebutuhan logistik akan ditanggung oleh negara hingga situasi dinyatakan pulih sepenuhnya. (*)
*) Mahasiswa magang Prodi Sastra Inggris dari Universitas Negeri Surabaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: