Harian Disway di China International Press Communication Center (CIPCC) (98): Wisata Doa yang Populer

Harian Disway di China International Press Communication Center (CIPCC) (98): Wisata Doa yang Populer

PENGUNJUNG BERDOA di pelataran Paviliun Sepuluh Ribu Kebahagiaan di komplek Lama Temple.-Doan Widhiandono-

Kuil-kuil yang berdiri di Tiongkok bukan hanya tempat pelesir. Sebagian tetap merupakan tempat ibadah aktif. Termasuk Lama Temple (Kuil Lama).

UDARA dingin Beijing tidak menghalangi langkah pengunjung di Lama Temple pada 24 November 2025. Suhu 4 derajat celsius dan angin kencang membuat napas terlihat putih di udara. Namun antrean orang tetap bergerak tenang.

 

Di halaman depan, tampak pengunjung bersujud dan. Di sisi lain, beberapa perempuan mengenakan pakaian Manchuria ala Dinasti Qing, berfoto dan berjalan perlahan menyusuri koridor.

 

Fenomena itu bukan hanya ritual musiman. Sejak pasca-Covid, kuil-kuil di seluruh Tiongkok, termasuk Yonghe Temple, mencatat lonjakan kunjungan signifikan.

BACA JUGA:Harian Disway di China International Press Communication Center (CIPCC) (97): Hangat Dupa Kuil Lama

BACA JUGA:Siswa ITCC Raih Beasiswa ke Tiongkok (6): Siap Taklukkan Dunia Siber

 

Hal itu pernah ditulis oleh CNN pada 2023. Media itu mengutip data dari Qunar.com dan Xiaohongshu pada 2023 yang menunjukkan tren “incense-burning youth.” Terjemahan bebasnya: generasi muda pembakar dupa.

 

Ya, mereka yang berusia 16–24 tahun memadati kuil untuk berdoa soal pekerjaan, pendidikan, dan keberuntungan finansial.

 

Tingkat pengangguran generasi muda memang pernah mencapai 20,4 persen pada April 2023. Sementara 11,6 juta mahasiswa baru memasuki pasar kerja yang sudah ketat. Pada 20205, menurut BBC, tingkat pengangguran usia muda ada di 14 persen. Itulah yang menyebabkan mereka terdorong mereka mencari pelarian spiritual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: