Eri Cahyadi Dorong Pengusaha di Surabaya Beralih ke Parkir Digital: Meminimalisir Konflik dan Premanisme

Eri Cahyadi Dorong Pengusaha di Surabaya Beralih ke Parkir Digital: Meminimalisir Konflik dan Premanisme

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Menunjukan alat pembayaran guna menunjang kesuksesan penerapan sistem parkir digital di Surabaya di hadapan para pengusaha yang hadi di acara Silaturahmi satgas penanganan premanisme bersama para pengusaha (09/01/2026)-Najwa Rana Iswari-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara tegas menekankan agar seluruh sistem pembayaran parkir di Kota Pahlawan beralih ke metode non-tunai (cashless).

Pengumuman tersebut disampaikan langsung di hadapan para pengusaha dan ahli hukum dalam acara Silaturahmi Satgas Penanganan Premanisme pada Jumat, 9 Januari 2026. Eri berharap melalui sistem pembayaran baru ini, berbagai permasalahan klasik seputar parkir dapat segera tuntas.

“Saya berharap nanti seluruh pengusaha di Surabaya bisa menjalankan (sistem,Red) non-tunai,” ujar Eri. 

Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Eri menilai penerapan sistem pembayaran non-tunai merupakan aspirasi masyarakat yang terjaring melalui hasil polling. Menurutnya, sistem ini jauh lebih transparan dan dapat diterima oleh warga Surabaya.

“Kenapa harus non-tunai? Karena non-tunai ini menghilangkan fitnah, menghilangkan perdebatan-perdebatan yang mempertanyakan ini benar atau salah, serta menghilangkan perselisihan antarpihak. Maka, saya berharap semua pengusaha menggunakan non-tunai,” tegasnya.


Para pengusaha se Kota Surabaya dalam silaturrahmi Satgas Penanganan Premanisme di Kantor Wali Kota Surabaya pada Jumat, 9 Januari 2025-Najwa Rana lswari-

BACA JUGA:Pemkot Mulai Pasangi Plang Parkir Digital Untuk Transaksi Cashless di 2026

BACA JUGA:Paguyuban Jukir Surabaya Minta Parkir Digital Ditunda, Sebelum Regulasi dan Sosialisasi Dibuat Pemkot Surabaya

Eri juga menjelaskan bahwa dengan adanya parkir digital yang terintegrasi, kejadian-kejadian seputar perebutan lahan parkir hingga aksi premanisme juga dapat ditekan. Sistem digital inilah yang juga akan membangun kepercayaan antara pihak pemerintah dan pengusaha melalui sistem yang transparan.

“Saya itu paling tidak suka ketika anak buah saya ke tempat jenengan pakai seragam, ngecek, wah, kok kayaknya kita ini bukan seperti partner. Nah, agar tidak terjadi kecurigaan, maka kita membutuhkan teknologi. Agar apa? Agar saling percaya,” ungkap Eri Cahyadi.


Rambu Kawasan Parkir Digital di Jalan Jimerto, Senin 29 Desember 2025-Edi Susilo Disway -

Melalui parkir digital ini, Pemerintah Kota Surabaya juga berharap bisa memonitor jumlah kendaraan yang ada dan menyesuaikannya dengan pendapatan parkir. Pemerintah mendapatkan 10% dari total distribusi pendapatan lahan parkir oleh pengusaha.

“Kita akan tahu, oh ternyata yang parkir di tempatnya jenengan itu 100 mobil, ya mengerti. Wong saya cuma terima 10% (pemerintah hanya terima 10%,Red), 90%-nya kan jenengan. Jenengan bisa mengelola uang 90% kan? Membantu pemerintah kota lagi,” ujar Eri Cahyadi di hadapan para pengusaha.

Langkah ini akan menolong penyelesaian masalah kebocoran pendapatan dari distribusi parkir, baik bagi para pengusaha maupun pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: