Kematian Ayatollah Ali Khamenei Justru Bikin Legitimasi Rezim Menguat, Iran Masuk Fase Perang Atrisi
Momen ribuan warga Iran padati jalanan saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.-Reuters-
TEHERAN, HARIAN DISWAY - Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pimpinan Garda Revolusi Iran (IRGC) di Teheran dihadiri jutaan warga.
Mobilisasi massa ini dinilai memperkuat legitimasi rezim dan menandai konsolidasi internal Iran di tengah eskalasi perang melawan poros AS–Israel.
Lautan manusia memenuhi jalan-jalan ibu kota Iran dalam prosesi pemakaman Ali Khamenei dan sejumlah pimpinan IRGC yang gugur.
BACA JUGA:UPDATE: Perang AS–Israel vs Iran Makin Pecah, Selat Hormuz Diblokade, Harga Minyak Melonjak!
BACA JUGA:Konflik Iran-AS Memanas, DPR Desak Pemerintah Siapkan Repatriasi Ratusan Ribu PMI
Rute iring-iringan dari Universitas Teheran menuju kompleks makam Ruhollah Khomeini dipadati massa hingga terlihat jelas dari citra satelit.
“Mobilisasi besar ini memperkuat legitimasi rezim dan mematahkan narasi bahwa rakyat akan memberontak,” ungkap mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AU Agung Sharky dalam keterangan resminya, Selasa, 3 Maret 2026.
BACA JUGA:Sembilan Warga Israel Tewas dan 11 Lainnya Hilang Pasca Serangan Rudal Iran
BACA JUGA:Iran Blokade Selat Hormuz, Tiga Kapal Tanker Dihantam Proyektil 'Tidak Dikenal'
Fenomena “martyrdom” atau syahid disebut menjadi faktor pendorong meningkatnya nasionalisme dan solidaritas internal masyarakat Iran.
Duka kolektif berubah menjadi konsolidasi politik dan dukungan terhadap sistem yang berlaku.
Suksesi Politik dan Konsolidasi Kekuasaan
Di tengah suasana berkabung nasional, Dewan Ahli (Assembly of Experts) yang beranggotakan 88 ulama senior dilaporkan telah menggelar sidang darurat untuk membahas suksesi kepemimpinan.
Untuk sementara, kepemimpinan kolektif dijalankan oleh Presiden Pezeshkian bersama Ketua Parlemen dan Kepala Kehakiman.
Nama Mojtaba Khamenei mulai disebut sebagai kandidat kuat pengganti. Namun sejumlah analis menilai, siapa pun pemimpin berikutnya, arah kebijakan luar negeri Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel tidak akan berubah secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: