Cheng Yu Pilihan Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana Efatha Filomeno Borromeu Duarte: Duo Wen Que Yi

Cheng Yu Pilihan Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana Efatha Filomeno Borromeu Duarte: Duo Wen Que Yi

EFATHA FILOMENO BORROMEU DUARTE, dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, berprinsip duo wen que yi. Banyak-banyak belajar dan tetap mempertahankan kekritisan.--Dokumentasi Pribadi

HARIAN DISWAY - Kita sering diajarkan untuk tidak menaruh prasangka pada orang. Bahkan, kendatipun kemungkinan orang itu punya kesalahan, kita acap diingatkan untuk selalu menerapkan asas praduga tak bersalah

Maklum, prasangka umumnya dihasilkan dari penilaian yang tergesa-gesa dan tidak utuh terhadap sesuatu --kita sering menyebutnya sebagai stereotipe. Karenanya, ia tak jarang menyesatkan dan melahirkan ketidakadilan. 

Tapi, mungkin salah satunya karena harus berhusnuzan inilah, hampir semua politikus korup di suatu negeri nun jauh di sana bisa tetap semringah sekalipun jelas-jelas telah membuat banyak orang sengsara makin sengsara, sedangkan orang yang sudah kaya raya malah makin bisa menambang dan mengeruk kekayaan sepuasnya.

Padahal, menurut Efatha Filomeno Borromeu Duarte, dosen ilmu politik di Universitas Udayana, "prasangka adalah awal dari keseriusan."

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Direktur Pendidikan Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan M. Nailur Rochman: Wei Ren Shi Biao

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Fashion Designer Gita Orlin: Rui Yi Jin Qu

Pasalnya, prasangka merupakan pertanda bahwa pikiran kita sedang bekerja untuk memahami sesuatu yang belum jelas sepenuhnya. Lantas, dari situlah keseriusan bermula.

Sebab, seseorang yang memiliki prasangka biasanya tidak berhenti pada kecurigaan awal tersebut. Ia akan terdorong untuk menguji, menimbang, dan mencari bukti-bukti dengan, misalnya, membaca literatur lebih banyak, bertanya kepada lebih banyak orang, atau mengamati lebih teliti. 

Proses menyigi itulah yang akan mengubah prasangka menjadi pengetahuan. Dengan lain kata, tanpa prasangka (atau barangkali sebaiknya kita namai "curiosity" atau "kekepoan"), kita bisa jadi akan kekurangan dorongan untuk menggali lebih dalam.

Makanya, sebagaimana yang pepatah Tiongkok sarankan, kita mesti "多闻阙疑" (duō wén quē yí): banyak-banyak belajar dan tetap mempertahankan kekritisan. (*)

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Komisaris PT Natura Berkah Gemilang Girman: Fa Fen Tu Qiang

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Kepala SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang Mashudi: Ju Sha Cheng Ta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: