Indonesia Tak Mau Berpihak, Diplomasi Fokus Lindungi WNI di Timur Tengah

Indonesia Tak Mau Berpihak, Diplomasi Fokus Lindungi WNI di Timur Tengah

Kementerian Luar Negeri RI menegaskan sikap Indonesia menegaskan sikap Indonesia tidak berpihak dalam perang AS–Israel vs Iran dan memilih jalur diplomasi sebagai mediator.-Bakom RI-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Perang Amerika Serikat–Israel dan Iran sudah memasuki hari ketujuh. Serangan demi serangan terus diluncurkan.

Di tengah eskalasi tersebut, Indonesia menegaskan tidak akan berpihak kepada salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

Indonesia memilih tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi. Tentu juga masih berupaya mengambil peran sebagai mediator atau honest broker.

“Tentunya menjalankan amanat konstitusi untuk turut melaksanakan ketertiban dunia,” jelas Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu Santo Darmosumarto dalam keterangan resminya, Jumat, 6 Maret 2026.

BACA JUGA:Iran Luncurkan Rudal Khoramshahr-4 ke Tel Aviv, Bawa 80 Bom Tandan

BACA JUGA:Trump Plinplan, Tujuan Serangan ke Iran Tidak Jelas dan Inkonsisten

Sikap ketidakberpihakan itu sudah disiapkan dengan tiga langkah. Pertama, Indonesia menyerukan penghentian kekerasan serta mendorong deeskalasi konflik. Kedua, pemerintah mengintensifkan komunikasi diplomatik dengan sejumlah negara di kawasan. 

Menurut Santo, Menteri Luar Negeri Sugiono pun sudah berkomunikasi secara intens dengan para menteri luar negeri Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, dalam sepekan terakhir, 

Selain itu, imbuhnya, Presiden Prabowo Subianto juga menjalin komunikasi dengan sejumlah pemimpin kawasan. Termasuk pimpinan Uni Emirat Arab, Emir Qatar, serta Raja Yordania.

Bahkan, Prabowo dikabarkan segera terbang ke Teheran. Pakistan pun siap mendampingi langkah mediasi yang diupayakan presiden.

Dua negara dengan mayoritas penduduk muslim itu ingin agar AS-Israel dan Iran saling membuka diri di tengah semakin meningkatnya konflik di Timur Tengah.

BACA JUGA:7 Pernyataan Sikap Guru Besar UGM soal Perjanjian ART Prabowo-Trump

BACA JUGA:Konflik AS–Israel dan Iran Memanas, Kemlu Pastikan WNI Aman Meski Ada yang Terdampar

“Ketiga, kami memastikan bahwa upaya perlindungan WNI di kawasan Timur Tengah tetap menjadi prioritas utama, terutama terkait dengan apakah diperlukan evakuasi bagi masyarakat kita yang ada di kawasan tersebut,” tegas Santo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: