Agen Secret Service Tembak Mati Pria Bersenjata di Dekat Gedung Putih

Agen Secret Service Tembak Mati Pria Bersenjata di Dekat Gedung Putih

Personel Garda Nasional Amerika Serikat berjaga di sekitar perimeter Gedung Putih setelah insiden pria bersenjata yang melepaskan tembakan pada Sabtu sore, 23 Mei 2026-Alex Wroblewski/AFP-

WASHINGTON, HARIAN DISWAY — Anggota dinas rahasia Amerika Serikat, Secret Service, menembak mati seorang pria bersenjata dalam sebuah baku tembak di dekat perimeter keamanan Gedung Putih pada Sabtu malam, 23 Mei 2026.

Insiden tersebut juga menyebabkan seorang pejalan kaki terluka akibat terkena tembakan.

Kepala Komunikasi Secret Service, Anthony Guglielmi, mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump berada di dalam Gedung Putih saat peristiwa itu terjadi. Trump tengah berupaya merundingkan kesepakatan dengan Iran. Meski demikian, Guglielmi memastikan bahwa Presiden tidak terdampak oleh insiden tersebut.

Peristiwa menegangkan ini bermula tepat setelah pukul 18.00 waktu setempat, ketika seorang pria yang berada di dekat perimeter keamanan Gedung Putih tiba-tiba mengambil senjata dari dalam tasnya dan melepaskan beberapa tembakan.

BACA JUGA:Prancis Cekal Menteri Israel Itamar Ben Gvir Imbas Video Sujud Aktivis Sumud Flotilla

BACA JUGA:Prospek Damai di Timur Tengah Makin Tipis, AS Pertimbangkan Opsi Serangan Baru ke Iran

"Polisi Secret Service membalas tembakan dan mengenai tersangka, yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat di mana ia dinyatakan meninggal dunia. Selama penembakan tersebut, seorang pejalan kaki juga terkena tembakan," kata Guglielmi dalam sebuah pernyataan resmi.


Pelaku penembakan Gedung Putih Ngaku Yesus Kristus Tewas Ditembak Mati Secret Service.-@nypost-X (Twitter)

Pihak berwenang belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi pejalan kaki yang terluka tersebut.

Sejumlah media Amerika Serikat mengidentifikasi tersangka sebagai Nasire Best, seorang pemuda berusia 21 tahun asal Maryland. Laporan media menyebutkan bahwa Best memiliki riwayat masalah kesehatan mental dan telah beberapa kali berinteraksi dengan anggota Secret Service sebelum insiden ini terjadi. Tidak ada petugas Secret Service yang dilaporkan terluka dalam baku tembak ini.

BACA JUGA:Tembakan Terdengar Saat Trump Hadiri Acara Makan Malam, Ada Dugaan Upaya Pembunuhan

BACA JUGA:Kronologi Acara Makan Malam Trump 'Diserang' Pria Bersenjata

Pasca-kejadian, aparat kepolisian dan pasukan keamanan langsung mengepung lokasi serta memasang garis pengaman. Pasukan Garda Nasional juga tampak memblokade area di pusat kota Washington tersebut.

"Kami mendengar sekitar 20 hingga 25 suara yang terdengar seperti kembang api, tetapi ternyata itu adalah tembakan senjata, dan kemudian semua orang mulai berlari," kata seorang turis asal Kanada, Reid Adrian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: