Malapetaka MBG: Kasus Penangkapan Eks Kepala BGN
ILUSTRASI Malapetaka MBG Kasus Penangkapan Eks Kepala BGN .-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
MAKAN Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggukan Presiden Prabowo Subianto. Sasaran penerima MBG mulai murid PAUD/TK, SD, SMP, SMA, hingga balita dan ibu hamil. MBG bertujuan menekan angka stunting dan tercukupnya gizi.
Selain itu, meggerakkan ekonomi dan wilayah lokal melalui satuan pelayanan pemenuhan gizi/SPPG yang menyerap hasil tani, ternak, hingga produk UMKM.
Kitfiah et all (2025) mengatakan bahwa penggunaan anggaran yang besar menimbulkan pro dan kontra pada masyarakat. Tidak tersedianya mekanisme partisipasi publik secara transparan yang berguna memantau perkembangan program MBG.
Kegiatan MBG menjadi salah satu program yang mendapat tanggapan dari masyarakat berupa pro dan kontra. Dari kedua kubu pro dan kontra itu, keduanya selalu eksis membahas hal positif yang diberikan dan yang didapat dari MBG.
BACA JUGA:Ada Apa dengan MBG dan Dugaan Korupsi di Dalamnya?
BACA JUGA:Perguruan Tinggi Kelola MBG: Kampus SPPG, Inovasi atau Duplikasi?
Hal positif yang didapat membantu siswa-siswi dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah. Sedangkan dari kontra itu menjadi bagian yang mengkritik MBG sebagai program yang penuh dengan berbagai masalah dalam proses hingga jadinya MBG, yang kemudian diberikan kepada target pemerintah.
MBG dianggap boros dan hanya membuang-buang anggaran semata karena dirasakan tidak tepat guna.
Terdapat dua paradigma terkait program MBG, terdapat kubu anak-anak sekolah yang menjadi target program ini tidak menyukai MBG dan disisi lain terdapat anak-anak sekolah yang menyukai MBG.
Dalam hal ini, MBG masih terus menjadi perdebatan hangat dalam kalangan masyarakat. MBG yang dianggap program ideal dari presiden dan dapat membantu target MBG. Namun, ketika dipraktikkan di lapangan, yang terjadi sangat kacau dan terkesan dipaksakan.
BACA JUGA:MBG dan Upaya Membungkam Nalar Kritis
BACA JUGA:Anatomi Kekuatan Affective Publics dalam Polemik MBG
Banyaknya berita anak-anak yang menerima MBG keracunan, MBG yang diantar yang diberikan dalam bentuk masih mentah, pemberian MBG makanan cepat saji dan masih banyak lagi berita dan kejadian negatif di lapangan terkait MBG.
Hal itu juga diperparah dari pihak pihak yang mengelola MBG diberitakan memiliki gaji yang lebih besar daripada guru hingga anggaran MBG dikorupsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: