Proyek SRRL Surabaya-Sidoarjo Dikebut, Wagub Jatim Emil: Jalur Ganda dan Elektrifikasi Kereta Siap 2027

Proyek SRRL Surabaya-Sidoarjo Dikebut, Wagub Jatim Emil: Jalur Ganda dan Elektrifikasi Kereta Siap 2027

Area Dipo Sidotopo Surabaya yang bakal dijadikan depo kereta proyek SRRL Rabu 8 Juli 2026-BTP 1 Surabaya -

SURABAYA, HARIAN DISWAY– Proyek strategis Surabaya Regional Railway Line (SRRL) terus dikebut persiapannya.

Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar high level meeting (HLM).

Yakni untuk memastikan pembangunan jalur ganda (double track) dan elektrifikasi kereta api di Surabaya-Sidoarjo berjalan sesuai linimasa.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan bahwa pertemuan tersebut krusial untuk menyelaraskan langkah antara kementerian, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

BACA JUGA:Proyek SRRL Surabaya Dimulai Usai Fly Over Taman Pelangi Rampung

BACA JUGA:Kawal Proyek SRRL, KfW dan DJKA Petakan Jalur Surabaya-Sidoarjo

Fokus utama saat ini adalah merampungkan detail engineering design (DED) yang sudah berjalan sejak Februari lalu oleh tim konsultan.

"Ini pertemuan tingkat tinggi, eselon 1 dan pimpinan instansi terkait turun langsung. Kami ingin memastikan desain double track dan elektrifikasi ini matang. Mendesain jalur kereta bukan hal mudah, selalu ada tantangan baru di lapangan," ujar Emil seusai rapat di Kantor Gubernuran di Jalan Pahlawan, Kamis siang, 9 Juli 2026. 

Salah satu tantangan teknis yang menjadi sorotan adalah pengembangan Depo Sidotopo. Emil menjelaskan, terdapat kompleksitas terkait lahan yang saat ini masih diduduki warga. Pemerintah berkomitmen mencari solusi yang adil.

BACA JUGA:Proyek SRRL Fase 1 Resmi Dimulai, Siap Hubungkan Surabaya-Sidoarjo

BACA JUGA:Kereta Urban dan SRRL Surabaya, Mana Lebih Dulu Dibangun?

"Kami akan melakukan optimasi lahan. Saya, Ibu Gubernur, dan Pak Wali Kota sepakat untuk memikirkan nasib warga di sana. Kami tidak ingin hanya bicara aturan, tapi juga aspek kemanusiaan. Kami juga menggandeng BPKP untuk memetakan mitigasi risiko tata kelola, khususnya terkait aset dan pembebasan lahan agar tidak ada salah langkah," imbuhnya.

Proyek SRRL fase A dengan nilai investasi 230 juta euro ini diproyeksikan memiliki desain yang rampung dan siap menjadi acuan kontraktor pada awal 2027. Penggunaan mata uang euro dalam pendanaan dinilai menguntungkan karena dapat memitigasi risiko fluktuasi kurs pada komponen asing.

Emil Dardak juga menyoroti sinkronisasi SRRL dengan proyek infrastruktur lain di Surabaya, seperti pembangunan flyover Taman Pelangi dan flyover di Sidoarjo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: