Sektor Pariwisata Flores Berangsur Pulih Pascagempa M7,7, Sebagian Bandara dan Destinasi Masih Ditutup

Sektor Pariwisata Flores Berangsur Pulih Pascagempa M7,7, Sebagian Bandara dan Destinasi Masih Ditutup

Suasana di sekitar pesisir Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT pascagempabumi pada Sabtu, 15 Agustus 2026-Kemenpar-

HARIAN DISWAY — Bencana gempa bumi magnitudo M7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, turut memengaruhi aktivitas sektor pariwisata di kawasan Flores. Meski demikian, aktivitas wisata di destinasi unggulan seperti Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo (TNK) dilaporkan mulai berangsur pulih dan beroperasi normal.

Berdasarkan pemantauan Pos Pendamping Nasional (Pospenas), Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus mendata serta memverifikasi kerusakan pada fasilitas akomodasi, daya tarik wisata (DTW), hingga sarana pendukung, terutama di wilayah yang terkendala jaringan listrik dan komunikasi.

Akses Pelayaran dan Penerbangan

Aktivitas bahari di Pelabuhan Marina Labuan Bajo dan pelayaran menuju TNK dipastikan berjalan normal, lancar, dan aman pascapembukaan kembali akses pelayaran. Pada Minggu, 16 Agustus 2026, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo mencatat sebanyak 308 kapal wisata telah berlayar mengangkut 3.651 penumpang, yang terdiri dari 811 wisatawan domestik dan 2.840 wisatawan mancanegara.

BACA JUGA:Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 63 Orang pada Hari Ketiga, Tim SAR Tetap Sisir Lokasi

BACA JUGA:RSUD Manggarai Rusak Gempa M 7,7, Pemerintah Dirikan Rumah Sakit Lapangan di Ruteng

Di sektor transportasi udara, operasional Bandara Komodo Labuan Bajo telah kembali berjalan normal pada Senin, 17 Agustus 2026. Namun, penyesuaian operasional dan pembatalan penerbangan masih terjadi di beberapa bandara lain di Flores:

  1. Bandara H. Hasan Aroeboesman (Ende): Sebagian penerbangan masih dibatalkan.
  2. Bandara Soa (Bajawa): Seluruh jadwal penerbangan dibatalkan sementara.
  3. Bandara Frans Sales Lega (Ruteng): Terjadi pembatalan penerbangan akibat kerusakan dan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung.
  4. Bandara Umbu Mehang Kunda (Waingapu): Sebagian penerbangan tetap beroperasi, sementara sebagian lainnya dibatalkan.

Kondisi Akomodasi dan Destinasi Wisata

Hasil asesmen sementara menunjukkan bahwa mayoritas wisatawan berada dalam kondisi aman. Dari total pendataan Daya Tarik Wisata (DTW), terdapat 8 lokasi yang mengalami kerusakan ringan.

BACA JUGA:Bumi NTT Masih Bergolak, BMKG Catat Lebih dari Dua Ribu Gempa Susulan Pascagempa Utama M7,7

Beberapa destinasi utama ditutup untuk sementara waktu demi alasan keamanan:

  1. Goa Rangko (Kabupaten Manggarai Barat)
  2. Desa Adat Wae Rebo (Kabupaten Manggarai)
  3. Taman Nasional Kelimutu (Kabupaten Ende)

Sementara pada sektor perhotelan dan penginapan, tercatat 10 hotel mengalami rusak ringan dan 2 hotel rusak berat (satu di antaranya berlokasi di Kabupaten Nagekeo), sedangkan 7 hotel lainnya dipastikan aman tanpa kerusakan. Kerusakan juga melanda fasilitas homestay di Kabupaten Manggarai dengan rincian 5 unit rusak ringan dan 3 unit rusak berat.

Otoritas pariwisata mengimbau seluruh wisatawan untuk memantau pembaruan informasi dari saluran resmi pemerintah serta mematuhi arahan petugas di lapangan selama proses pemulihan berlangsung.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: