Sinopsis By Any Means, Agen FBI dan Pembunuh Bayaran Ungkap Kejahatan di Mississippi

Sinopsis By Any Means, Agen FBI dan Pembunuh Bayaran Ungkap Kejahatan di Mississippi

Sinopsis film By Any Means tentang agen FBI yang bekerja sama dengan Mafia-IMDb-IMDb

HARIAN DISWAY - Suka film-film kriminal dengan latar belakang sejarah semacam The Godfather? Jika ya, By Any Means bisa menjadi opsi tontonan baru Anda pekan ini. Film Hollywood garapan Elegance Bratton itu tayang mulai Rabu, 2 September 2026.

Mengusung cerita yang terinspirasi dari peristiwa nyata, film itu akan membawa penonton kembali ke era 1960-an. Ketika konflik rasial dan perjuangan hak sipil masih menjadi isu besar di Amerika Serikat.

Film yang dibintangi pemain Transformer Mark Wahlberg dan aktor Aquaman Yahya Abdul-Mateen II itu mempertemukan dua karakter dengan latar belakang yang sangat bertolak belakang.

Seorang agen FBI muda harus bekerja sama dengan seorang pembunuh bayaran mafia untuk mengungkap kasus pembunuhan yang mengguncang masyarakat Mississippi di dekade 1960-an.

BACA JUGA:8 Film Hollywood Tayang di Bioskop Indonesia Agustus 2026, dari Deep Water hingga Insidious

BACA JUGA:Emily Wilson Akan Terjemahkan Ulang The Odyssey Karya Homer

Tidak hanya menawarkan aksi penyelidikan kriminal. By Any Means juga menghadirkan konflik moral tentang batas antara keadilan, hukum, dan tindakan yang harus dilakukan ketika sistem gagal memberikan jawaban.

Dengan perpaduan kisah nyata, konflik politik, serta aksi investigasi, By Any Means tidak hanya menawarkan ketegangan. Tapi juga menggambarkan perjuangan mencari keadilan di tengah situasi yang penuh tekanan. Simak sinopsisnya berikut ini.

Sinopsis By Any Means


Wayne Strider, Anggota Tim FBI asal Negro yang harus memimpin pengungkapan kasus pembunuhan warga sipil Amerika Serikat-IMDb-IMDb

By Any Means mengambil latar tahun 1966 di Mississippi, Amerika Serikat. Pada masa tersebut, gerakan hak-hak sipil sedang menghadapi berbagai ancaman akibat diskriminasi rasial yang masih kuat.

Cerita berfokus pada Wayne Strider (Yahya Abdul-Mateen II), seorang agen FBI muda berkulit hitam, yang masih jarang pada era itu. Ia mendapatkan tugas untuk menyelidiki serangkaian pembunuhan terhadap para pemimpin gerakan hak sipil.

BACA JUGA:Marvel Beri Petunjuk Kembalinya Doctor Strange di Avengers: Doomsday

BACA JUGA:Spider-Man: Brand New Day Raup 2,33 Miliar Dolar AS, Dekati Rekor Avatar 2

Kasus tersebut semakin rumit karena banyak pihak yang terlibat memiliki kekuatan besar. Selain minimnya bukti, para saksi juga merasa takut untuk memberikan informasi karena ancaman dari kelompok ekstremis yang berusaha menutupi kejahatan mereka.

Dalam menjalankan penyelidikan, Wayne Strider harus menghadapi berbagai hambatan dari lingkungan sekitar maupun sistem yang tidak sepenuhnya mendukung. Apalagi, ia berkulit hitam.


Gregory Scarpa, seorang mafia sekaligus pembunuh bayaran yang memiliki hubungan dengan FBI.-IMDb-IMDb

Untuk membantu mengungkap kasus tersebut, FBI kemudian mempertemukannya dengan Gregory Scarpa (Mark Wahlberg). Seorang pembunuh bayaran sewaan mafia yang dikenal memiliki cara-cara ekstrem dalam mendapatkan informasi.

Scarpa bukanlah sosok yang bekerja berdasarkan aturan hukum. Sebagai orang yang dekat dengan dunia kriminal, ia terbiasa menggunakan ancaman dan kekerasan untuk mencapai tujuan.

BACA JUGA:Sinopsis Motor City, Aksi Balas Dendam Alan Ritchson demi Shailene Woodley

BACA JUGA:5 Pemeran Motor City, Shailene Woodley Diperebutkan Alan Ritchson dan Ben Foster

Pertemuan antara Wayne Strider dan Gregory Scarpa pun menciptakan kerja sama yang tidak biasa. Keduanya memiliki prinsip berbeda dalam menghadapi kejahatan.

Wayne sebagai seorang agen FBI percaya pada prosedur hukum dan penyelidikan resmi, sementara Gregory lebih mengandalkan metode keras yang sering berada di luar batas aturan hukum mereka.

Namun, keadaan memaksa mereka untuk bekerja sama demi menemukan pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan para aktivis hak sipil.

Perjalanan mereka membawa keduanya pada berbagai rahasia tersembunyi. Termasuk dugaan keterlibatan kelompok supremasi kulit putih yang memiliki pengaruh kuat pada masa itu.

BACA JUGA:Avengers: Endgame Encore Hadirkan Cuplikan Eksklusif Doomsday, Ada Tambahan Empat Menit

BACA JUGA:Infinity Vision Marvel, Alternatif IMAX untuk Pengalaman Layar Premium

Semakin dalam penyelidikan berlangsung, batas antara keadilan dan balas dendam mulai semakin sulit dibedakan. Keduanya harus menentukan apakah tujuan untuk mendapatkan kebenaran dapat membenarkan cara yang mereka gunakan.

Judul By Any Means sendiri menggambarkan tema utama film ini, yaitu perjuangan mendapatkan keadilan dengan segala cara. Film ini mempertanyakan sejauh mana seseorang boleh melangkah ketika aturan hukum tidak mampu memberikan solusi.


Yahya Abdul-Mateen II sebagai Wayne Strider dan Mark Wahlberg sebagai Gregory Scarpa-IMDb-IMDb

Selain Yahya Abdul-Mateen  dan Mark Wahlberg, film itu juga dibintangi Nicole Beharie, Josh Lucas, Giancarlo Esposito, David Strathairn, Ethan Embry, LisaGay Hamilton, dan LaChanze.

Kehadiran para aktor tersebut membuat film ini semakin menarik karena mampu menghadirkan karakter dengan konflik psikologis yang kuat.

BACA JUGA:The Odyssey Siap Hadir di Rumah, Versi Digital dan 4K Blu-ray Rilis November 2026

BACA JUGA:Marvel Beri Petunjuk Kembalinya Doctor Strange di Avengers: Doomsday

By Any Means diproduksi oleh Hammerstone Studios, Thunder Road Films, Freedom Principle, dan North.Five.Six. Film berdurasi 106 menit itu mengusung genre drama, kriminal, dan sejarah.

Dengan mengangkat kisah tentang perjuangan hak sipil, konspirasi, serta kerja sama dua individu dengan latar belakang berbeda, By Any Means menjadi tontonan yang menawarkan lebih dari sekadar aksi kriminal.

Film itu menghadirkan pertanyaan besar mengenai arti keadilan ketika seseorang harus memilih antara mengikuti aturan atau mengambil jalan lain demi mencapai kebenaran.

Bagi penggemar film thriller kriminal dengan sentuhan sejarah, By Any Means menjadi salah satu film yang patut masuk daftar tontonan. Jangan lupa, film itu siap tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 2 September 2026. (*)

*)Mahasiswa Magang Prodi Ilmu Komunikasi UINSA Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber