5 Fakta Seru By Any Means, Diangkat dari Kisah Nyata Agen FBI Lindley DeVecchio
5 fakta seru By Any Means, diangkat dari kisah nyata agen FBI Lindley DeVecchio. Foto: Mark Wahlberg dan Yahya Abdul-Mateen dalam adegan By Any Means. -Paramount Pictures-
HARIAN DISWAY - Film Hollywood By Any Means menjadi salah satu film terbaru yang menarik perhatian moviegoer pekan ini. Dibintangi Mark Wahlberg, ia memadukan cerita kriminal, sejarah, dan kisah nyata yang diangkat ke layar lebar.
Film garapan sutradara Elegance Bratton tersebut membawa penonton kembali ke Mississippi pada 1966. Ketika Amerika Serikat masih berada dalam periode penuh ketegangan akibat perjuangan hak-hak sipil dan diskriminasi rasial.
Film itu mengisahkan kolaborasi seorang agen FBI berkulit hitam dengan pembunuh bayaran sadis. Punya prinsip dan metode berbeda, mereka berupaya mengungkap serangkaian pembunuhan yang menarget para pemimpin gerakan hak sipil.
Sebelum menyaksikan filmnya, berikut 5 fakta menarik film By Any Means yang sayang untuk dilewatkan.
BACA JUGA:8 Film Hollywood Tayang September 2026, Ada Resident Evil hingga Avengers: Endgame Encore
BACA JUGA:Sinopsis By Any Means, Agen FBI dan Pembunuh Bayaran Ungkap Kejahatan di Mississippi
1. Diangkat dari Kisah Nyata

5 fakta seru By Any Means, diangkat dari kisah nyata agen FBI Lindley DeVecchio. Foto: Poster yang mengumumkan kematian tiga aktivis hak sipil di Mississippi pada 1964.-New York Times-
Salah satu fakta menarik film By Any Means adalah ceritanya terinspirasi dari kejadian nyata. Film itu mengambil latar sejarah Amerika Serikat pada 1960-an, khususnya perjuangan hak-hak sipil di Mississippi.
Dalam film, kisahnya dipusatkan pada kerja sama tidak biasa antara agen FBI Wayne Strider (Yahya Abdul-Mateen II) dan Gregory Scarpa, pemimpin organisasi kriminal berbahaya.
By Any Means secara spesifik mengambil inspirasi dari kasus Mississippi Burning, yang terjadi pada 1964. Ketika aktivis hak sipil James Chaney, Andrew Goodman, dan Michael Schwerner dibantai oleh kelompok supremasi kulit putih.
Dalam peristiwa aslinya, Scarpa sampai menculik anggota Ku Klux Klan untuk menunjukkan lokasi jasad mereka. Sementara itu, sosok Wayne Strider adalah intepretasi bebas dari agen FBI yang jadi partner Scarpa saat itu, Lindley DeVecchio.
BACA JUGA:Spider-Man: Brand New Day Raup 2,33 Miliar Dolar AS, Dekati Rekor Avatar 2
BACA JUGA:Marvel Beri Petunjuk Kembalinya Doctor Strange di Avengers: Doomsday
Di film, aktivis hak sipil yang dibunuh adalah Vernon Dahmer (diperankan Giancarlo Esposito). Dalam dunia nyata, ia aktif mendorong warga kulit hitam untuk ikut pemilu.
By Any Means bukan sekadar film kriminal biasa. Ia benar-benar membawa kembali salah satu bagian kelam dalam sejarah perjuangan hak sipil Amerika Serikat.
2. Mark Wahlberg Memerankan Pembunuh Bayaran

Mark Welhberg memerankan Sosok Mafia nyata yang ada di colombo New York-IMDb-IMDb
Gregory Scarpa, yang diperankan Mark Wahlberg, bukan karakter fiktif yang sepenuhnya dibuat untuk kebutuhan cerita. Ia merupakan sosok nyata yang memiliki hubungan dengan keluarga mafia Colombo di New York.
Dalam kehidupan nyata, Scarpa dikenal sebagai figur kriminal yang memiliki reputasi sangat keras. Keterlibatannya dalam investigasi yang berhubungan dengan gerakan hak sipil menjadi salah satu bagian yang membuat kisah By Any Means terasa tidak biasa.
Dalam film, Scarpa diposisikan sebagai sosok yang mempunyai metode berbeda dari penegak hukum. Ketika Wayne Strider bekerja dengan prosedur sebagai agen FBI, Scarpa lebih terbiasa menggunakan cara-cara ekstrem.
Tentu ada dramatisasi untuk keperluan adegan. Namun, Scarpa memang dikenal kejam. Perbedaan tersebut kemudian menjadi salah satu sumber konflik sekaligus daya tarik utama film.
BACA JUGA:Marvel Ungkap Dua Tim X-Men Baru, Magneto dan Gambit Jadi Pemimpin
BACA JUGA:Emily Wilson Akan Terjemahkan Ulang The Odyssey Karya Homer
3. Naskahnya Pernah Masuk Black List
Seperti kisah aktivis hak sipil AS yang penuh liku, perjalanan naskah By Any Means di studio juga tidak mulus. Film itu dikembangkan dari naskah berjudul CI-34 yang masuk dalam Black List pada 2018.
Black List adalah daftar tahunan yang menyoroti naskah film yang belum diproduksi, tetapi dianggap menarik dan berpotensi mendapatkan perhatian industri Hollywood.
Meski demikian, cerita By Any Means mengendap cukup lama sebelum benar-benar diproduksi pada 2025. Sascha Penn menjadi penulis skenario utama film tersebut. Sejumlah materi penulisan tambahan juga tercatat dalam proses pengembangan proyeknya.
Perjalanan dari naskah hingga menjadi film layar lebar tersebut membuat By Any Means menjadi proyek yang cukup menarik untuk diperhatikan, terutama bagi penggemar film kriminal dan sejarah.
BACA JUGA:Sinopsis The End of Oak Street, Gabungan Jurassic Park dan Silent Hill
BACA JUGA:4 Pemain The End of Oak Street, Anne Hathaway dan Ewan McGregor Jadi Suami Istri
4. Yahya Abdul-Mateen II Bukan Pilihan Utama
Pemilihan pemeran utama By Any Means mengalami perubahan selama proses pengembangan film. Sebelum Yahya Abdul-Mateen II bergabung, Sterling K Brown sempat dikaitkan sebagai pemeran Strider.
Namun, karena adanya konflik jadwal, Brown akhirnya tidak melanjutkan keterlibatannya. Pada Februari 2025, Yahya Abdul-Mateen II kemudian bergabung dan mengambil alih peran tersebut.
Abdul-Maten II jelas bukan nama baru dalam produksi film dan serial besar. Namanya melejit setelah memerankan villain dalam film DC Extended Universe, Aquaman (2017). Ia juga bermain dalam Candyman dan serial Watchmen.
Kehadirannya bersama Mark Wahlberg membuat film ini memiliki dua pemeran utama dengan latar karakter yang sangat kontras.
BACA JUGA:10 Film Terbaik Hayden Panettiere yang Meninggal Dunia Mendadak di Usia 36 Tahun
BACA JUGA:Film The Odyssey Dikritik, Gagal Tampilkan Kompleksitas Karakter Perempuan Karya Homer
5. Fans Indonesia Nonton Lebih Dulu
By Any Means dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada 4 September 2026. Seperti biasa, moviegoers Indonesia bisa menyaksikannya lebih dulu, karena film produksi Paramount Pictures itu sudah tayang mulai Rabu, 2 September 2026.
Film tersebut memiliki durasi sekitar 106 menit menurut data LSF dan mengusung genre drama serta kriminal. LSF juga mencatat tema film berkaitan dengan diskriminasi ras dan perjuangan hak sipil di Amerika Serikat.
Dengan latar sejarah yang kuat, kisah yang terinspirasi dari peristiwa nyata, serta kombinasi karakter agen FBI dan mafia, By Any Means menawarkan pendekatan berbeda untuk film kriminal.
By Any Means tidak hanya mengandalkan penyelidikan dan ketegangan. Tapi juga mengajak penonton melihat bagaimana seseorang dapat berada dalam dilema ketika sistem hukum tidak mampu memberikan keadilan secara sempurna.
Kehadiran Yahya Abdul-Mateen II, Mark Wahlberg, Nicole Beharie, Josh Lucas, Giancarlo Esposito, David Strathairn, hingga sejumlah pemeran lainnya semakin membuat film ini kian patut dinantikan. (*)
*) Mahasiswa Magang Prodi Ilmu Komunikasi UINSA Surabaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber