Konferensi Regional Akuntansi (KRA) XIII 2026 di UK Petra Dorong Perubahan Kebijakan Lewat Riset dan Inovasi
Para peserta yang hadir pada hari pertama dalam Konferensi Internasional KRA XIII 2026 di Kampus UK Petra, ada praktisi, mahasiswa, hingga akademisi akuntan.- Ilmi Bening - Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Pembangunan berkelanjutan telah bergeser dari sekadar isu lingkungan menjadi strategi global yang vital. Transisi itu menjadi salah satu pembahasan utama Konferensi Regional Akuntansi (KRA) XIII 2026 yang berlangsung di Universitas Kristen (UK) Petra pada 1-2 September 2026.
Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) dan School of Business and Management (SBM) UK Petra menghadirkan para pakar dan akademisi di Petra Performance Hall, Kampus Pusat UK Petra.
Mengusung semangat Wani Rek!!!, kegiatan itu menjadi wadah kolaborasi bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk merumuskan langkah menuju masa depan yang berkelanjutan.
Peran pembangunan berkelanjutan sangat krusial dalam menghadapi dampak ancaman iklim, dinamika geopolitik, serta ketidakstabilan ekonomi saat ini.
BACA JUGA:Budaya Ruwat Rawat, UK Petra dan Karang Taruna Hidupkan Seni Tradisional di Eks-Lokalisasi Dolly
"Menjawab tantangan era transisi tersebut, pengintegrasian prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan inovasi yang berdampak nyata menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan ekonomi dan sosial,” urai Elisa Tjondro, ketua panitia konferensi berskala internasional tersebut.

REKTOR Universitas Kristen Petra Rolly Intan (kiri) menyambut kehadiran para pembicara Konferensi Internasional KRA XIII 2026 pada Selasa, 1 September 2026. Ketua Panitia Elisa Tjondro (keenam dari kiri) mendampingi. -Ilmi Bening-Harian Disway
Elisa mengatakan bahwa Konferensi Internasional KRA XIII 2026 tak hanya mengutamakan ESG, tetapi juga memikirkan serta mempelajari strategi perusahaan dan institusi itu benar-benar diimplementasikan secara nyata.
"Suatu kehormatan tahun ini UK Petra menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Internasional KRA ke-13. Acara ini bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)," tambahnya.
Pada konferensi hari pertama Senin, ada 423 peserta yang hadir offline. Kemudian, hadir pula lebih dari 200 mahasiswa akuntansi UK Petra. Konferensi internasional itu berlangsung hybrid, dengan peserta online dan offline.
BACA JUGA:Innofashion Show 8 UK Petra Ekspresikan Keresahan Anak Muda dalam Busana
BACA JUGA:Experiential Tourism dan Membership Edukasi, Dosen UK Petra Beri Usulan Konsep Pengelolaan KBS
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: