Angkot Gratis Pelajar Kota Pasuruan Disiapkan, Pelajar Dilarang Bawa Motor ke Sekolah
Sejumlah angkot di Kota Pasuruan yang semakin kehilangan penumpang menjadi atensi DPRD setempat -Lailiyah Rahmawati -
PASURUAN, HARIAN DISWAY – Angkutan kota (angkot) di Kota Pasuruan bakal mendapat peran baru. DPRD Kota Pasuruan mendorong program angkot gratis untuk pelajar sebagai upaya menghidupkan kembali angkutan umum sekaligus mengurangi kebiasaan pelajar membawa kendaraan bermotor ke sekolah.
Program tersebut digagas Komisi III DPRD Kota Pasuruan. Angkot nantinya tidak hanya menjadi moda transportasi umum, tetapi juga diarahkan sebagai kendaraan bagi pelajar untuk berangkat dan pulang sekolah.
Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan M. Suci Mardiko mengatakan, gagasan itu muncul setelah pihaknya menerima banyak keluhan mengenai kondisi angkot yang semakin sepi penumpang.
BACA JUGA:Raperda Inisiatif DPRD Kota Pasuruan Tentang APHT Bakal Jadi Pendongkrak PAD Kota Pasuruan
Karena itu, pelajar akan menjadi salah satu sasaran utama dalam program tersebut. Pemerintah Kota Pasuruan nantinya menanggung biaya perjalanan sehingga pelajar dapat menggunakan angkot tanpa membayar ongkos.
Kenyamanan angkot juga menjadi perhatian. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pelajar akan diperbarui dan dimodifikasi agar lebih nyaman.
"Angkotnya pastinya akan diperbarui, dimodifikasi untuk kenyamanan penumpang. Kemudian, tidak ngetem lama dan gratis bagi pelajar. Biaya perjalanan pelajar ditanggung oleh Pemkot Pasuruan," kata Koko sapaan akrabnya.
Program angkot gratis ini juga berkaitan dengan persoalan keselamatan pelajar. DPRD Kota Pasuruan melihat masih banyak anak usia sekolah yang mengendarai sepeda motor, termasuk kendaraan listrik, untuk berangkat ke sekolah.
BACA JUGA:Pemkot Pasuruan Rebah 150 Rumah Tidak Layak Huni
BACA JUGA:BPBD Kota Pasuruan Kirim 2 Pleton Bantu Padamkan Kebakaran Gunung Bromo
Komisi III DPRD Kota Pasuruan kemudian berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta kepolisian.
Koordinasi tersebut diarahkan untuk mendorong imbauan agar pelajar yang belum cukup umur tidak mengendarai motor ke sekolah. Dengan tersedianya angkot gratis, pelajar diharapkan memiliki alternatif transportasi yang lebih aman.
"Betul, kami juga menerima keluhan warga tentang banyaknya pelajar di bawah umur membawa motor dan motor listrik sekarang yang menjamur. Kalau tidak ada imbauan larangan, maka mustahil program angkot gratis bagi pelajar bisa berjalan mulus," lanjut politikus senior PKS itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: