Heboh! Grup WA Diduga Bermuatan Konten LGBT Diselidiki Polisi, Sasar Siswa Sekolah di Jaksel

Heboh! Grup WA Diduga Bermuatan Konten LGBT Diselidiki Polisi, Sasar Siswa Sekolah di Jaksel

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pihak kepolisian telah mengambil langkah untuk mendalami informasi grup WhatsApp bermuatan LGBT-Istimewa-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Polda Metro Jaya resmi meluncurkan investigasi siber besar-besaran untuk mengusut temuan grup WhatsApp bermuatan konten penyimpangan seksual (LGBT) dan pornografi yang menyasar para siswa sekolah di wilayah Jakarta Selatan. 

Grup percakapan siber misterius berkode “Add people as much as you can” tersebut memicu kepanikan massal di kalangan orang tua karena menggunakan sistem undangan bebas (free invite) untuk menjaring anak-anak di bawah umur.

Langkah hukum progresif ini diambil korps kepolisian setelah mendeteksi adanya percakapan berrisiko tinggi serta peredaran instrumen visual yang tidak senonoh di dalam grup tersebut. 

Polda Metro Jaya bergerak cepat melakukan koordinasi darurat dengan pihak manajemen sekolah terkait guna mengunci pergerakan siber grup tersebut sekaligus melacak nomor kontak siber para pengelola utama (admin) yang mengendalikan jaringan terstruktur ini.

BACA JUGA:Pemerintah Verifikasi Informasi 8 WNI yang Diduga Jadi Tentara Rusia

BACA JUGA:Isi Menu MBG yang Disantap 293 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo sebelum Keracunan

“Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya saat ini sedang melakukan penyelidikan intensif,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, kepada awak media di Markas Polda Metro Jaya dikutip disway.id.

Curhat Wali Murid Bongkar Modus Perekrutan Senyap

Temuan ini pertama kali terbongkar dan viral di jagat maya setelah salah satu wali murid bernama Yuda Fajrin membagikan curahan hati dramatis di media sosial. 

Yuda menceritakan temuan ini secara tidak sengaja saat berkumpul bersama barisan orang tua murid di sebuah kompetisi sepak bola anak. Salah satu anak rekannya terperangkap masuk ke grup tersebut akibat fitur undang massal yang agresif.

Ironisnya, anak tersebut secara acak memasukkan nomor ponsel ayahnya sendiri ke dalam grup. Sang ayah yang terkejut langsung membaca isi obrolan siber di dalamnya yang berisi doktrinasi serta pemungutan suara (voting) seksual sensitif seperti “Are you gay, lesbian, straight or others”. 

BACA JUGA:Kapolresta Sidoarjo Cek Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam yang Sakit Usai Santap MBG

Para orang tua mengkhawatirkan grup ini merupakan kedok dari sindikat pemangsa anak atau jaringan pedofilia internasional.

"Intinya anak temanku itu main asal invite, yang ke-invite bapaknya. Alhasil bapaknya membaca percakapan di dalam grup itu. Ada pembahasan tentang LGBT. Tolong dicek yang sudah pegang WA anaknya, hati-hati karena ini berpotensi mengarah ke isu pedofilia," tulis peringatan Yuda yang memantik reaksi cepat kepolisian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: