Angklung Gotong Royong, Cara Para Ibu Merawat Harmoni di Usia Senja
Semangat para ibu anggota Angklung Gotong Royong saat berlatih di Balai Sahabat, Surabaya, 2 September 2026. Musik menjadi cara mereka untuk tetap kreatif meski usia tak lagi muda.-Guruh D.N.-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Angklung di tangan. Irama musik latar terdengar. Pandangan mata ibu-ibu fokus dengan aba-aba pelatih di depan.
Usia para pemain sudah tidak muda lagi. Tapi semangatnya patut diacungi jempol. Juga pemahaman dan ingatan mereka tentang nada.
Itulah yang terlihat dari para anggota kelompok Angklung Gotong Royong. Mereka berlatih di Balai Sahabat, Surabaya, 2 September 2026.
"Siap-siap ya, konsentrasi," ujar Liem Suk Tju, pelatih. Dia menjulurkan tangan. Mengarah pada beberapa orang yang memegang angklung dengan nada tertentu.
BACA JUGA:La Femina Unjuk Gigi di Surabaya Tourism Awards 2026, Hadirkan Lagu Kekinian dalam Alunan Angklung
BACA JUGA:Momen Perkuat Kerjasama Budaya Indonesia-AS Lewat World Angklung Day
Bunyi angklung mereka menjadi pembuka lagu Mandarin Ciu Gan Tang Gue Bo. Instrumen latarnya menjadi pendukung komposisi.
Bermain angklung harus dilakukan secara berkelompok. Butuh fokus dan koordinasi antarpemain. Para ibu itu telah terlatih.

Suasana latihan kelompok Angklung Gotong Royong di Balai Sahabat, Surabaya, 2 September 2026.-Guruh D.N.-Harian Disway
Dalam prosesnya, kelompok Angklung Gotong Royong melakukan seleksi ketat. Dari puluhan anggota, didapatkan 25 musisi angklung yang terpilih.
Telly, Wakil Ketua Angklung Gotong Royong, menyebut bahwa bermain angklung membutuhkan niat dan konsistensi.
BACA JUGA:Hari Angklung Sedunia 16 November, Momen Melestarikan Alat Musik Khas Indonesia
"Tidak bisa kalau hanya untuk senang-senang saja. Main angklung harus benar-benar fokus. Apalagi kami akan tampil di beberapa acara. Yang enggak punya niat dan sering bolos ya otomatis tersisih," ujarnya, kemudian tersenyum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: