Insiden Ratusan Santri Keracunan di Sidoarjo, Gapembi Jatim: Lemahnya Koordinasi dan Kepemimpinan Kepala SPPG

Insiden Ratusan Santri Keracunan di Sidoarjo, Gapembi Jatim: Lemahnya Koordinasi dan Kepemimpinan Kepala SPPG

Ini isi menu MBG yang disantap 293 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo sebelum mengalami gangguan kesehatan.-Boy Slamet-Harian Disway -

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Jawa Timur menyoroti kasus keracunan massal yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.

Insiden tersebut diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kamis, 3 September 2026.

Ketua DPW Gapembi Jatim Makhrus Soleh menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Menurutnya, persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG menjadi tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat.

BACA JUGA:2 Ambulans Baguna Sidoarjo Bantu Evakuasi, Hari Yulianto: Keselamatan Santri jadi Prioritas

BACA JUGA:YLBHI Usulkan Moratorium Nasional Pasca Kasus 431 Santri Sidoarjo Keracunan MBG, Penutupan SPPG Bukan Solusi!

”Pertama-tama, kami sangat prihatin atas berbagai kejadian di lapangan. Tanggung jawab ini adalah milik kita bersama,” kata Makhrus kepada Harian Disway, Kamis siang.

Makhrus mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki Gapembi, SPPG Kalitengah sebenarnya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu indikatornya adalah kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dengan sertifikat tersebut, SPPG Kalitengah dinilai telah memenuhi standar kelayakan higiene dan sanitasi yang dipersyaratkan.

Namun, pemenuhan standar administratif dan fasilitas tersebut menurut Gapembi tetap perlu diikuti pengawasan serta koordinasi yang kuat dalam pelaksanaan sehari-hari.

BACA JUGA:566 Siswa dan Santri Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah: Mohon Maaf, Saya Bingung...

BACA JUGA:Akibat keracunan Massal, Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diliburkan Seminggu

Makhrus mengungkapkan salah satu persoalan yang kerap muncul di lapangan adalah koordinasi antara mitra MBG, relawan, dan kepala SPPG.

Koordinasi tersebut berkaitan dengan proses produksi hingga pengawasan distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Menurutnya, terdapat tiga unsur utama yang terlibat dalam operasional setiap SPPG. Ketiganya adalah BGN, mitra, dan relawan SPPG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: