Perkuat Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal, Kampi Hotel Tunjungan Gandeng UMKM Batik Surabaya

Perkuat Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal, Kampi Hotel Tunjungan Gandeng UMKM Batik Surabaya

Kampi Hotel Tunjungan menggunakan seragam bermotif batik-Kampi Hotel Tunjungan -

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Kampi Hotel Tunjungan Surabaya menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) batik lokal. Langkah tersebut untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat sektor pariwisata Kota Surabaya.

Kolaborasi itu diwujudkan melalui penggunaan seragam batik bagi para staf hotel. Busana itu dirancang dan diproduksi langsung oleh pengrajin batik dari Surabaya.

Seragam batik bagi staf menjadi bagian dari komitmen Kampi Hotel Tunjungan dalam memberdayakan pelaku usaha lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Surabaya kepada wisatawan.

Motif batik yang digunakan tidak sekadar menjadi seragam kerja. Desainnya memasukkan identitas Kampi Hotel Tunjungan yang dikenal dengan warna kuning. 

BACA JUGA:Siapa Membuat Batik Tulis Besok?


Desainnya seragam batik memasikkan identitas Kampi Hotel Tunjungan yang dikenal dengan warna kuning-Kampi Hotel Tunjungan -

Sentuhan tersebut dipadukan dengan karakter batik khas Surabaya sehingga menghasilkan busana yang merepresentasikan budaya lokal sekaligus identitas hotel.

Penggunaan batik lokal ini diharapkan menjadi bagian dari pengalaman para tamu selama menginap maupun berkunjung ke hotel. Sebab, interaksi dengan staf menjadi salah satu ruang untuk mengenalkan produk dan budaya lokal kepada wisatawan.

Public Relation Kampi Hotel Tunjungan Surabaya Putri mengatakan, kolaborasi dengan UMKM merupakan bentuk nyata kepedulian hotel terhadap perkembangan komunitas lokal.

“Kampi Hotel Tunjungan Surabaya selalu percaya bahwa kemajuan industri perhotelan harus berjalan berdampingan dengan perkembangan komunitas lokal,” ujar Putri.

BACA JUGA:Padukan Kepekaan Budaya dan Parenting ala Chevalier Inc: Melukis Batik, Menjalin Rasa

BACA JUGA:Berkenalan dengan Aplikasi Batiknology Rancangan Paulus Sugialam, Kreasikan Motif Batik tanpa Tinggalkan Pakem

Menurut dia, kolaborasi seragam batik tersebut bukan hanya berkaitan dengan pelayanan hotel. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi dan pengembangan pariwisata Kota Surabaya.

“Kami ingin tidak hanya memberikan pelayanan terbaik, tetapi juga menjadi bagian dari cerita pemberdayaan ekonomi dan pariwisata Kota Surabaya,” katanyi.

Kolaborasi tersebut memiliki sejumlah dampak bagi ekosistem ekonomi kreatif. Dari sisi ekonomi, keterlibatan UMKM batik membuka rantai pasok baru melalui industri perhotelan. 

Pengrajin lokal mendapatkan akses pasar sekaligus peluang memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas. Dari sisi budaya, penggunaan batik khas Surabaya menjadi sarana untuk mengenalkan identitas daerah kepada tamu hotel, termasuk wisatawan dari luar kota maupun mancanegara.

BACA JUGA:Menyeruput Liberika dalam Workshop Membatik Chevalier Inc: Batik Tulis dan Ampas Kopi

BACA JUGA:Sebatik Malaysia-Indonesia: Perbatasan yang Tanpa Sekat

Langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa industri akomodasi dapat berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hotel tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi dapat menjadi ruang promosi produk kreatif dan budaya daerah.

Dengan seragam batik tersebut, staf Kampi Hotel Tunjungan kini menyambut para tamu dengan perpaduan nuansa modern dan kearifan lokal Surabaya.

Kampi Hotel Tunjungan Surabaya merupakan hotel bintang tiga yang dikelola Santika Indonesia Hotels & Resorts. Hotel ini mengusung konsep “The Best Hospitality Experience” dengan menyasar kalangan muda, kreatif, dan dinamis.

Berada di kawasan pusat Kota Surabaya, Kampi Hotel Tunjungan menawarkan suasana modern dan hangat bagi pebisnis maupun wisatawan. Kolaborasi dengan UMKM batik lokal menjadi salah satu cara hotel tersebut membawa unsur budaya Surabaya ke dalam pengalaman para tamunya.

Melalui langkah itu, Kampi Hotel Tunjungan berharap industri perhotelan dapat terus berjalan beriringan dengan pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata lokal. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: