Menikmati Kota Lama Surabaya bersama Sightseeing City Tour Bus: Dari Pabrik Limoen ke Willemsplein
BUS Surabaya Sightseeing and City Tour menjemput rombongan wisatawan di lobi Sheraton Surabaya Hotel and Towers pada 23 Agustus 2026.--Dokumentasi Sheraton Surabaya Hotel and Towers
Kota Lama di kawasan utara Surabaya selalu menarik dijelajahi. Untuk menuju ke lokasi, wisatawan bisa menumpang bus Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT), selain toerwagen dan jip lawas.
BOCAH laki-laki berusia sekitar tiga tahun itu langsung bersorak saat bus SSCT mendekati area di depan lobi hotel Four Points Surabaya by Sheraton pada Minggu pagi, 23 Agustus 2026. "Wah! Ada bus," teriaknya sambil menunjuk-nunjuk. Setelah itu, bus menjemput tamu di Sheraton Surabaya Hotel & Towers.
Hari itu, tamu dua hotel diajak bertualang ke Kota Lama lewat program Explore Surabaya yang diusung Sheraton Surabaya Hotel & Towers. Dari kawasan pusat, mereka dibawa ke utara dengan bus yang sengaja dirancang untuk sightseeing dengan jendela-jendela lebar itu.
Setelah semua wisatawan duduk di dalam bus, Albyon Syafa langsung menjalankan tugasnya sebagai pemandu tur. Tamu-tamu yang ia pandu hari itu berasal dari Sidoarjo, Madiun, dan Banyuwangi.
Duta Pariwisata Cak dan Ning Surabaya Angkatan 2023 itu memperkenalkan wisata heritage Surabaya. Tak hanya gedung dan bangunannya, tetapi juga jalanannya.

ROMBONGAN singgah di kedai sirup Jalan Mliwis dan mencicipi aneka rasa sirup legendaris dengan merek Telasih itu.-Ilmi Bening-Harian Disway
"Bubutan Golden Junction ini dulunya daerah pertokoan Wijaya. Sekarang namanya BG Junction Mal," kata Cak Albyon. Setelah itu, bus bergerak menuju arah Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan Tugu Pahlawan.
"Di sana terdapat monumen ikonik Kota Surabaya. Ada yang bisa menebak bentuk tugunya seperti apa?" ucapnya. Beberapa wisatawan lalu menjawab paku terbalik. "Yak! Benar sekali," lanjut Cak Albyon.
Ia lalu menerangkan filosofi paku terbalik yang digagas Presiden Soekarno tersebut. Paku terbalik adalah pernyataan sikap bangsa Indonesia yang tidak mau dijajah lagi.
BACA JUGA:10 Regentstraat Hidupkan Kota Lama Surabaya Lewat Kuliner Berbasis Sejarah
BACA JUGA:25,4 Juta Wisatawan Berkunjung ke Surabaya Selama Setahun, KBS, Ampel, dan Kota Lama Jadi Primadona
"Jika bangsa lain berani menginjak kemerdekaan Indonesia, paku yang terbalik itu akan menancap di kaki mereka. Semakin diinjak, semakin kuat paku melukai mereka," terangnya.
Dari Tugu Pahlawan, bus membawa wisatawan melewati jalanan sekitar Pos Bloc, Masjid Kemayoran, Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: