Pembunuhan Dua Gadis Bersaudara di Banyuasin Diungkap: Terkait Restu Ortu

Pembunuhan Dua Gadis Bersaudara di Banyuasin Diungkap: Terkait Restu Ortu

ILUSTRASI Pembunuhan Dua Gadis Bersaudara di Banyuasin Diungkap: Terkait Restu Ortu.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Ini mencengangkan. Kakak-adik Rani, 18, dan Ayuhana, 13, ditemukan tinggal kerangka di rumah kosong di Banyuasin, Sumsel. Polisi menyelidiki. Hasilnya, Rani dan Ayu dibunuh Rendi, 27, dan Andika, 25, pada 2021. Motif dan kronologinya mencengangkan masyarakat.

PEMBUNUHAN itu, menurut polisi, direncanakan matang. Kedua tersangka dijerat Pasal 459 KUHP, PEMBUNUHAN berencana. Ancaman maksimal hukuman mati. Padahal, usia para pelaku saat PEMBUNUHAN adalah 22 dan 20 tahun.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino kepada wartawan, Senin, 7 September 2026, menceritakan, berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku utama Rendi. Ia merekrut Andika untuk membunuh Rani, dan Andika mau. Kemudian, pembunuhan mereka laksanakan.

Risnan: ”Motif, berdasarkan hasil pendalaman, pelaku RS (Rendi Saputra) kecewa karena tidak diberi izin oleh orang tua Rani untuk menikahi Rani. Maka, sebelum kejadian, RS telah menyiapkan dua pisau untuk membunuh.” 

Kronologinya sederhana. Rendi dan Rani sama-sama warga Banyuasin. Rendi warga Desa Kenten Laut, Rani warga Desa Talang Keramat. Pada 2021 mereka berpacaran. Saat itu usia Rendi 22, sedangkan Rani 18.

BACA JUGA:Pembunuhan Perempuan Motif Cemburu di Pos Ronda Demak: Kontradiksi Cemburu

BACA JUGA:Pembunuhan Sekeluarga di Palu Diungkap Polisi: Kekerasan Terselubung

Rendi menyatakan akan menikahi Rani. Hal itu disampaikan kepada orang tua Rani. Hasilnya, orang tua Rani tidak setuju tanpa menyebutkan alasan. Rendi pun marah. Diam-diam, ia merencanakan membunuh Rani.

Tapi, Rendi tidak berani membunuh sendirian. Ia mengajak temannya, Andika (saat itu berusia 20 tahun), untuk membunuh Rani. Andika, warga Desa Talang Kelapa, mau. Rendi kemudian menyiapkan dua pisau. Satu ia bawa sendiri, satu lagi untuk Andika.

Diaturlah pertemuan. Rendi mengajak Rani bertemu di kawasan Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya. Itu daerah sepi. Di perumahan itu banyak rumah kosong tak terurus. Dan, Rani menyetujui pertemuan tersebut.

Rabu siang, 27 Oktober 2021, Rani pulang sekolah naik motor, menjemput adiknya, Ayuhana, yang saat itu kelas VIII SMP. Mereka berboncengan hendak pulang. Namun, mereka tidak langsung pulang. Rani mengarahkan motor ke lokasi pertemuan dengan Rendi.

BACA JUGA:Pembunuhan Gadis 11 Tahun di Merauke Diungkap Polisi: Pelaku Tidak Sabar

BACA JUGA:Pembunuhan Perempuan oleh Pacarnyi di Grogol Petamburan, Jakbar: Gegara Pesan WA

Di TKP, dua pelaku sudah menunggu kedatangan dua calon korban. Maka, kedatangan Rani dan Ayu langsung disambut Rendi dan Andika. Bukan cuma disambut, Rani dan adiknyi diperkosa para pelaku di sebuah rumah kosong di kawasan perumahan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: