Airlangga Pribadi Kusman Berpulang saat Berkarya, Sempat Menulis Makalah tentang Soekarno
Akademisi Airlangga Pribadi berpulang pada usianya yang 49 tahun, Rabu, 9 September 2026--Universitas Airlangga
HARIAN DISWAY - Siapa pun ingin mengalami kematian yang indah. Barangkali, puncak cita-cita manusia itulah yang baru saja dicapai oleh Airlangga Pribadi Kusman.
Anda sudah tahu, intelektual muda yang bertugas sebagai dosen sekaligus ketua prodi Ilmu Politik di Universitas Airlangga tersebut berpulang pada Rabu, 9 September 2026.
Mas Angga, begitu sapaan karibnya, dinyatakan meninggal dalam keadaan terbujur tenang di brankar RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, tepat pukul 13.35 WIB. Almarhum ditemani istrinya dan seorang kerabat dari penerbit buku-buku karyanya.
Menurut keterangan karibnya, Neza Patria, Mas Angga tengah asyik menikmati kopi di Kedai Atjeh Connection, Jalan Sabang, Jakarta, pagi kemarin.
Almarhum juga membuka laptop dan melanjutkan menulis makalah tentang Soekarno. Artikel riset yang ditulisnya bersama Vijay Prashad, seorang sejarawan dan intelektual dari India.
BACA JUGA:Merahnya Ajaran Bung Karno, Airlangga Pribadi Luruskan Pandangan Umum Soal Soekarno
Sambil menunggu dijemput sang istri yang hendak mengantarkan anak mereka sekolah di Pamulang, layar laptopnya masih menyala menampilkan artikel yang hampir rampung. Tak lama berselang, ia bangun dari tempat duduknya. Berdiri dengan sempoyongan dan akhirnya terjatuh. Berdasarkan rekaman CCTV yang dituturkan oleh sahabatnya, Didik dari Penerbit GDN, penjaga kedai segera menemukan almarhum dan melaporkan kondisinya.
Mas Angga dilarikan ke UGD RSPAD Gatot Subroto dengan ambulans. Tensi darahnya tercatat mencapai 240 dengan gula darah menyentuh angka 400.
“Dibawa ke RSPAD sudah koma. Pukul 13.35 WIB meninggalkan kita semua. Semoga diberikan tempat terbaik di keabadian. Aaamiin YRA. Turut berduka mendalam dan kehilangan,” tulis Nezar Patria.
Ya, meskipun tim dokter berupaya keras menyelamatkannya, takdir berkata lain. Mas Angga berpulang di tengah gairah intelektual yang tak pernah padam. Meninggalkan kenangan abadi bagi dunia literasi: pergi dalam keadaan terus berkarya.
BACA JUGA:Airlangga Pribadi: Ada 4 Indikasi Penggerusan Demokrasi
Hingga akhir hayatnya, semangat tersebut terus berlanjut. Buku terbarunya, Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z, yang ditulisnya bersama Rocky Gerung, menjadi bukti dedikasinya dalam menjembatani pemikiran ideologis agar relevan bagi generasi muda. Rencananya, buku tersebut akan dibedah besok di Tangerang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: