Rayakan Ulang Tahun ke-30 di Misano, LCR Honda Pamerkan 14 Motor Legendaris
Barisan motor yang pernah digunakan oleh tim LCR Racing sepanjang 30 tahun karir mereka balapan di kejuaraan Dunia MotoGP. --Twitter LCR Team @LCR_Team
HARIAN DISWAY - Perjalanan tiga dekade penuh keringat dan gairah dari sebuah mobil van sederhana hingga menjelma menjadi raksasa tim satelit di panggung MotoGP.
Di balik raungan mesin 2-tak yang legendaris, Lucio Cecchinello berdiri emosional menyaksikan mahakarya 30 tahun LCR Honda yang diukir lewat kesetiaan, dedikasi tanpa batas, dan sejarah kemenangan tak terlupakan.
Sebelum mesin MotoGP meraung pada sesi latihan Jumat di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, perayaan istimewa mewarnai padok. Tim LCR Honda besutan Lucio Cecchinello resmi memperingati ulang tahun ke-30.
Cecchinello, pria 56 tahun asal Venesia yang kini tinggal di Monako, mengawali kariernya sebagai pembalap di Kejuaraan Dunia 125cc dan mengantongi tujuh kemenangan Grand Prix sebelum membangun timnya.
Dalam perayaan bersejarah ini, LCR memamerkan 14 motor lama dengan livery asli di lintasan Misano. Acara dihadiri oleh seluruh anggota tim, pembalap, keluarga, mitra, hingga sponsor.
BACA JUGA:Alex Rins Pilih Tutup Karir 15 Tahun di MotoGP
BACA JUGA:Ducati Racik Desmosedici 850 cc Lewat Superkomputer Lenovo
Puncaknya, Cecchinello berjalan melewati guard of honour yang dibentuk oleh kolega, kru, dan sponsor. Motor Honda RS125R 2-tak (sasis NX4) yang dipakainya pada Kejuaraan Dunia 125cc musim 1999 juga turut dipajang.
Acara dilanjutkan dengan sesi toasting dan bernostalgia ke masa awal berdirinya LCR.
“Sungguh fantastis dan luar biasa bisa merasakan momen ini,” ujar Cecchinello emosional.
“Orang tua saya dulu melarang saya balapan. Mereka meminta saya menyelesaikan sekolah, bekerja, dan membiayai balapan sendiri. Akhirnya saya bekerja di toko sepeda motor,” mengenang masa lalunya.

Casey Stoner, saat masih membalap bersama tim LCR Racing di kelas 250cc--Twitter Franky Longo @FrankyHawk29
Mengenakan baju balap lengkap, Cecchinello melakukan lap of honour menunggangi Honda RS125R di Misano. Usai mengitari sirkuit, ia diarak di atas pundak rekan-rekannya layaknya seorang bintang rok. Dua pembalapnya saat ini, Johann Zarco dan rookie Diogo Moreira, turut mengarak sang bos tim.
Sepanjang berkiprah di kelas utama MotoGP, Cecchinello menunjukkan kesetiaan penuh pada Honda meski sempat mendapat tawaran berganti pabrikan.
BACA JUGA:Sirkuit Misano Gandeng Pininfarina, Hadirkan Trofi Baru untuk MotoGP San Marino 2026
BACA JUGA:Krisis Pembalap Tech3! Pol Espargaro Turun Gunung Lagi Gantikan Vinales di GP San Marino
Kendati demikian, motor Aprilia RSV250 era 2002–2005 saat LCR masih berlaga di kelas 250cc juga dipajang dalam sesi foto peringatan.
Sebagai catatan, legenda Australia, Casey Stoner meraih predikat runner-up kelas 250cc musim 2005 bersama LCR sebelum diboyong ke tim pabrikan Ducati.
Di kelas utama MotoGP, nama-nama seperti Cal Crutchlow, Alex Rins, dan Johann Zarco sukses mempersembahkan total lima kemenangan untuk LCR.
Secara keseluruhan, tim yang dipimpin oleh Pria yang baru saja menjabat sebagai Presiden IRTA sejak Mei 2025 ini telah mengoleksi 25 kemenangan Grand Prix.
Berawal pada 1996 hanya dengan dua teknisi dan sebuah mobil van, LCR kini bertransformasi menjadi salah satu tim satelit elite di panggung MotoGP.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: