Kolaborasikan Jatim Fest & EJIF 2026, Pemprov Jatim Segel Komitmen Investasi hingga Rp2,4 Triliun
Salah satu stand kriya di Jatim Fest 2026 yang digelar di Grand City Surabaya, Jumat 2 Oktober 2026-Edi Susilo Disway -
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Gelaran Jatim Fest dan East Java Investment Forum (EJIF) 2026 berlangsung di Grand City Surabaya mulai Jumat, 2 Oktober 2026.
Ajang ekonomi ganda tersebut hadir berkat kolaborasi Pemprov Jatim, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur. Sebelumnya, dua event itu diselenggarakan terpisah.
"Kolaborasi ini wujud semangat bersama untuk menyosialisasikan potensi investment project ready to offer yang ada di Jawa Timur," kata Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim usai pembukaan EJIF 2026.
Ia mengatakan, peran investasi sangat penting dalam mendukung pertumbuhan Jawa Timur. Sebab, dari struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim, sebanyak 27 persen disumbang oleh kontribusi investasi.
BACA JUGA:189 Booth UMKM se-Jawa Timur Ramaikan Jatim Fest 2024
"Oleh karena itu, event EJIF ini sangat penting sebagai wadah Jatim untuk mengundang investor," kata Ibrahim. Sebagai penyelenggara, BI memfasilitasi investor dengan berbagai layanan.
Mulai dari fasilitasi one-on-one meeting, many-to-many meeting, dan visit ke lokasi project. Yang tujuannya tak lain untuk meningkatkan potensi investasi menjadi realisasi.
Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, saat ini pemprov punya berbagai tawaran skema untuk mempermudah investor menanamkan investasi mereka. Tercatat, ada 13 kawasan ekonomi khusus yang bisa dipilih sesuai minat investor.
Salah satu kemudahan yang ditawarkan kepada investor adalah diterbitkannya buku saku EJIF 2026. Di sana tercantum detail lokasi potensial yang bisa disemai modal oleh investor.
BACA JUGA:UMKM Unjuk Gigi di Jatim Fest 2023 (1) : Raup Omzet Jutaan dalam Dua Hari
Mulai dari tanah-tanah kawasan yang berpotensi untuk dijadikan perusahaan hingga aset aset milik Pemprov Jatim yang bisa dikerjasamakan dengan investor. "Buku ini sekaligus sebagai bentuk transparansi Pemprov kepada investor," kata Emil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: