Makna Batik Tulungagung di Balik Tema Utama Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya
Yayasan Batik Indonesia dan Kemenperin Peringati Hari Batik Nasional dengan Batik Berlayar di Sungai Kalimas Surabaya, Jumat, 2 Oktober 2026-Rossa Handini-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Batik Berlayar menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya pada Jumat, 2 Oktober 2026. Yayasan Batik Indonesia (YBI) dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia secara khusus memberikan panggung kepada Batik Tulungagung.
Batik Tulungagung menjadi tema utama dalam misi mengangkat keberagaman serta kekayaan warisan budaya lokal dari Jawa Timur. Bukan tanpa alasan jika Surabaya dipilih sebagai puncak peringatan Hari Batik tahun ini.
Sebagai ibu kota Jawa Timur, Surabaya punya peran penting dalam akses perdagangan sejak lama. Surabaya menjadi jembatan menuju pasar Indonesia Timur.
"Jadi, rasanya pas sekali kalau Surabaya menjadi titik gerak," ungkap Ketua Panitia HBN 2026 Ir. Wirasno dalam sambutannya.
BACA JUGA:Hari Batik Nasional 2026 Dibuka di Surabaya, Angkat Batik Tulungagung
Motif Khas Batik Tulungagung Bertahan
Di antara 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, Tulungagung punya tradisi yang kuat dalam mempertahankan kekhasan motif batiknya.
Sepanjang puncak peringatan, ragam motif unggulan Batik Tulungagung ditampilkan di berbagai titik. Ada Batik Lurik Bhumi Ngrowo, Batik Gajah Modo, Batik Bangoan, Batik Majanan, dan Batik Kalangbret.

PARADE Batik Berlayar berlangsung mulai pukul 17.00 WIB dari Taman Prestasi ke Monumen Kapal Selam di pusat kota Surabaya pada Jumat, 2 Oktober 2026. -Boy Slamet-Harian Disway
Keindahan motif khas Tulungagung tersebut dipajang secara apik dan rapi sebagai hiasan pada kapal-kapal yang berparade di Sungai Kalimas.
"Batik Tulungagung sampai sekarang itu masih melestarikan motif-motif batik klasik, batik lama. Dan tidak tersentuh oleh motif-motif kontemporer," kata Wirasno tentang alasan di balik pemilihan Batik Tulungagung sebagai tema utama.
BACA JUGA:Perkuat Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal, Kampi Hotel Tunjungan Gandeng UMKM Batik Surabaya
BACA JUGA:Mengintip Batik Corner di Perpustakaan UK Petra Surabaya, Ada Motif Storjo dan Bang Ompai
Batik Berlayar Melintasi Zaman
Tepat pukul 17.00 WIB, sebanyak 11 kapal berparade menyusuri aliran Kalimas. Mulai dari dermaga Taman Prestasi menuju titik akhir di Monumen Kapal Selam (Monkasel).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: