Gejolak Man City Guncang Timnas Inggris, Tuchel Beri Ketenangan Jelang Laga Kontra Kroasia
Thomas Tuchel buka suara mengenai para bintang Manchester City yang berada di skuad timnas Inggris bersamanya-@MirrorFootball-X
HARIAN DISWAY - Manajer Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel, mengonfirmasi bahwa vonis bersalah Manchester City F.C. memicu kecemasan di kamp pelatihan The Three Lions.
Dilansir dari Daily Mail, Tuchel mengakui isu finansial sensitif tersebut menjadi topik utama pembicaraan para pemainnya di Rijeka, Kroasia.
Kendati masa depan klub tidak pasti, juru taktik asal Jerman itu menjamin akan tetap memanggil para bintang Manchester City ke timnas. Garansi tersebut tetap berlaku sekalipun City resmi didegradasi dari kompetisi kasta tertinggi Premier League.
BACA JUGA:Inggris Taklukkan Ceko 2-0, Tuchel Soroti Perubahan di Babak Kedua
BACA JUGA:Ceko vs Inggris 0-2, The Three Lions Raih 3 Poin Perdana di Nations League
Kondisi psikologis penggawa Inggris saat ini tengah diuji menjelang laga UEFA Nations League. Badai luar lapangan merebak setelah komisi independen menyatakan City terbukti memanipulasi pembukuan keuangan.
Klub terbukti menyamarkan suntikan dana senilai 900 juta poundsterling atau setara Rp21,3 triliun selama sembilan tahun melalui kontrak sponsor fiktif.

Thomas Tuchel saat memberikan arahan ketika pertandingan kepada anak asuhnya di timnas Inggris-@FabrizioRomano-X
Pihak manajemen Manchester City sendiri langsung bereaksi dengan mengajukan banding resmi. Di skuad Inggris saat ini, ada tiga nama pemain muda milik Manchester City.
Mereka adalah bek tengah Marc Guehi, gelandang Elliot Anderson, dan talenta muda Nico O'Reilly.
BACA JUGA:Inggris Tumbang 2-3 dari Spanyol, Tuchel Soroti Kesalahan di Awal Laga
BACA JUGA:Inggris vs Spanyol 2-3, Oyarzabal Pimpin Comeback La Roja di Wembley
Namun, Nico O'Reilly terpaksa meninggalkan kamp latihan lebih awal pada pertengahan pekan ini. Ia harus pulang ke Manchester untuk menjalani perawatan cedera.
Situasi tersebut membuat Marc Guehi dan Elliot Anderson yang bertahan di Kroasia merasa cemas. Mereka terus dibanjiri pesan singkat yang mempertanyakan nasib karier profesional mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber