Pedoman Hari Santri 2026: PBNU Minta Diawali Ziarah, Bukan Sekadar Seremoni

Pedoman Hari Santri 2026: PBNU Minta Diawali Ziarah, Bukan Sekadar Seremoni

Rais Aam PBNU KH Miftahul Ahyar bersama Ketua Umum PBNU Gus Kikin saat peluncuran Hari Santri 2026-nuonline-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengarahkan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 agar tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial.

Seluruh tingkatan kepengurusan Nahdlatul Ulama diminta mengawali rangkaian peringatan dengan ziarah ke makam ulama, aulia, atau muharrik NU di wilayah khidmah masing-masing.

Arahan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3/PB.01/A.II.10.47/99/10/2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Hari Santri Nasional Tahun 2026. Surat tersebut dikeluarkan di Jakarta pada 1 Oktober 2026 atau 19 Rabiul Akhir 1448 Hijriah.

Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri.

BACA JUGA:Gus Baha Jadi Wakil Rais Aam PBNU 2026–2031, Jusuf Kalla hingga Mahfud MD Masuk Mustasyar

PBNU meminta seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kekhidmatan dan kesederhanaan, serta berorientasi pada pelayanan kepada jamaah dan warga NU.

Apel Hari Santri Digelar 22 Oktober

Salah satu agenda utama dalam peringatan Hari Santri 2026 adalah Apel Hari Santri yang akan dilaksanakan secara serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026.

“Seluruh tingkat kepengurusan Nahdlatul Ulama agar melaksanakan Apel Hari Santri Nasional Tahun 2026 secara serentak pada hari Kamis, tanggal 22 Oktober 2026,” demikian tertulis dalam surat edaran PBNU.

BACA JUGA:Gus Kikin Tak Mau Lupakan PWNU Jatim Meski Jadi Ketum PBNU

Apel dapat dilaksanakan di halaman sekretariat NU sesuai tingkatan kepengurusan masing-masing. Kegiatan juga dapat dipusatkan di lingkungan pondok pesantren, rumah sakit atau klinik, sekolah atau madrasah, maupun perguruan tinggi NU.

Dalam pelaksanaannya, peserta laki-laki mengenakan sarung berwarna gelap, atasan putih, dan peci hitam. Sementara peserta perempuan mengenakan busana muslimah bernuansa putih dengan bawahan yang dapat disesuaikan.

Selain apel, pembacaan naskah “Resolusi Jihad NU” juga dapat dilakukan oleh jajaran Tanfidziyah atau Badan Otonom NU.

BACA JUGA:Mantan Waketum PBNU Amin S. Husni Persembahkan Puisi 'Engkaulah Sang Pemimpin' untuk Gus Yahya

Diawali Ziarah Makam Ulama

PBNU menekankan bahwa rangkaian Hari Santri Nasional 2026 diawali dengan kegiatan ziarah sebagai bentuk penghormatan kepada ulama, aulia, serta para penggerak Nahdlatul Ulama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: disway