Cara Jenius UBAYA dan Rumah Hati Terapi ABH Lewat Teater: Dialog Berisi Kisah Nyata Pemeran

Minggu 19-03-2023,13:04 WIB
Reporter : Ilal Muthoharoh
Editor : Salman Muhiddin

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Rumah Hati kembali menampilkan teater dengan judul Hikayat Selembar Tubuh bersama dengan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (FPSI UBAYA). Teater yang diperankan oleh anak binaan Shelter Rumah Hati itu menceritakan tentang kisah nyata dari para pemeran, Jumat 17 Maret 2023.  

 

Pukul 19:00 WIB, FSGP UBAYA telah dipenuhi oleh para penonton. Acara dimulai dengan sambutan dari Yusti Probowati Rahayu, Pendiri Rumah Hati. Rumah Hati telah berdiri sejak Maret 2011 dan membimbing anak-anak yang beharapan dengan hukum (ABH).

 


YUSTI Probowati, Pendiri Rumah Hati saat memberikan sambutan. -Andika Bagus Priambodo-

 

Pementasan berlangsung selama 1 jam 20 menit. Ada lima aktor yang bermain. Empat di antaranya berdialog satu sama lain dengan menceritakan kisah masa lalu mereka.

 

Ada Linggar dan Ilham yang membeli barang curian. Tukang tadah. Kemudian ada Gatan yang terpisah dari keluarga karena kasus kriminalnya. Dan ada Charly yang pernah mencuri kotak amal masjid. Jian kemudian berperan sebagai tokoh yang membuka pementasan teater itu. 

 


SALAH satu adegan pementasan drama Hikayat Selembar Tubuh. -Andika Bagus Priambodo-

 

Selama pertunjukan berlangsung, penonton dibuat terharu dan tertawa dengan berbagai adegan dan juga percakapan di antara mereka.

 

Tak hanya sekali dua kali, ruangan dibuat ramai karena gelak tawa penonton. Proses latihan drama ini memakan waktu selama 4 bulan. Achmad Zainuri, sutradara teater Hikayat Selembar Tubuh menceritakan sedikit tentang proses pembuatan drama itu. 

 


ACHMAD Zainuri saat sarasehan usai penampilan drama Hikayat Selembar Tubuh di SGFP UBAYA. -Andika Bagus Priambodo-

 

"Biasanya kalau saya menggarap drama, sudah tersedia naskah dan lain-lain, baru kita mengerjakan dramanya. Namun yang kali ini terbalik, naskah dengan adegan itu dikerjakan di waktu yang tidak berjauhan," terangnya. 

 

Sebagai pegiat seni, bagi Nuri teater tak hanya sekedar pertunjukan. Teater menumbuhkan sikap terbuka, jujur, dan kebijaksanaan. Melalui tiga hal ini, ia kemudian melakukan pendekatan dengan anak-anak binaan Rumah Hati untuk kemudian mereka mampu untuk berproses. 

 

Nuri merasa bagi sebagian orang, mungkin yang diangkat di teater ini bukanlah sebuah kisah yang baik untuk diceritakan. Namun, justru dari sinilah ia kemudian membungkus cerita-cerita mereka dengan apik. Sehingga penonton juga ikut merasakan kesulitan apa yang sebenarnya mereka telah jalani. 

 

Yusti menjelaskan bahwa sejatinya pertunjukan ini adalah sebuah terapi bagi anak-anak binaan Rumah Hati. Psikolog yang juga seorang dosen itu mengatakan bahwa naskah yang mereka susun adalah cerita-cerita masa lalu dari anak-anak binaan Rumah Hati. 

 

"Dari sisi psikologi, ketika seseorang bisa menyampaikan perasaannya itu sebenarnya satu proses yang tidak mudah," jelasnya saat diwawancarai. 

 

Tak hanya pementasan teater, ada beberapa karya seni dari anak-anak binaan Rumah Hati yang juga dipamerkan di sisi panggung. Para penonton yang tertarik juga dapat membelinya. 

 


KARYA seni anak-anak binaan Rumah Hati. -Andika Bagus Priambodo-

 

Usai pementasan drama, diadakan sesi sarasehan. Beberapa pengunjung yang ingin bertanya maupun berkomentar diizinkan untuk mengangkat bicara. Para aktor yang bermain pun ikut dalam dialog yang berlangsung. Linggar, salah satu pemain dalam drama tersebut mengungkapkan perasaannya dalam menjalani proses produksi. 

 

"Prosesnya sangat sulit sekali, tapi lama kelamaan menjadi biasa," ungkap remaja 16 tahun tersebut.

 

Yusti berharap lewat teater ini, masyarakat menjadi lebih terbuka dengan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). 

 

"Teater ini sebenarnya memberikan refleksi pada banyak orang, bahwa anak-anak yang seperti mereka pun sebenarnya kalau dilatih pun bisa," ungkapnya. (Ilal Muthoharoh) 

 

Kategori :