Pencapaian tertingginya bersama Timnas adalah dua kali meraih posisi runner-up di Piala AFF pada tahun 2000 dan 2002.
BACA JUGA:Breaking News! PSSI Tunjuk Jordi Cruyff Jadi Dirtek Timnas Indonesia
Karier Kepelatihan Bejo Sugiantoro
Bejo Sugiantoro (kiri) saat bermain untuk Timnas Indonesia di Piala Tiger 1998 melawan Thailand -AFF-
Setelah mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola pada 1 Januari 2014, Bejo tidak lama kemudian beralih ke dunia kepelatihan.
Sejak 2017, ia mulai menekuni profesi barunya ini, dimulai dengan melatih Persik Kediri. Karier kepelatihannya berlanjut ketika ia bergabung dengan staf kepelatihan Persebaya pada 2018.
Kemudian, ia dipercaya menjadi asisten pelatih hingga 2023. Namun, masa baktinya di Persebaya harus berakhir.
BACA JUGA:PSSI Resmi Pecat Indra Sjafri dari Pelatih Timnas Indonesia U-20, Ini Ucapan Erick Thohir!
Bejo melanjutkan kariernya di Serpong City FC pada Liga 4 Banten di musim 2023/2024, sebelum akhirnya menakhodai Deltras Sidoarjo di Liga 2 Indonesia pada 2024/2025.
Meski tidak lagi aktif sebagai pemain, talenta sepak bola Bejo Sugiantoro mengalir ke putranya. Ya, Rachmat Irianto.
Rian (sapaan Rachmat Irianto) lahir pada 3 September 1999. Ia pin mengikuti jejak ayahnya dengan bermain untuk Persebaya Surabaya dan kini memperkuat Persib Bandung pada 2022.
Tak hanya itu, Rian juga aktif membela Timnas Indonesia dengan 30 caps dan tiga gol sejak 2021.
BACA JUGA:Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers OTW 16 Besar Europa League, Twente Tumbangkan Bodo Glimt 2-1
Kiprah Bejo Sugiantoro sebagai salah satu putra terbaik Jawa Timur akan selalu dikenang. Ia tidak hanya meninggalkan warisan prestasi di lapangan, tetapi juga inspirasi bagi generasi atlet sepak bola selanjutnya.
Semoga perjalanan legendaris Bejo dapat menginspirasi banyak pemain muda untuk terus berkembang dan berjuang demi kejayaan sepak bola Indonesia.
Selamat jalan, Coach Bejo. Warisanmu akan abadi dalam hati para penggemar sepak bola di Tanah Air. (*)