Bangunan di Bantaran Kalianak Surabaya Dibongkar setelah Lebaran

Kamis 27-02-2025,13:22 WIB
Reporter : Ghinan Salman
Editor : Salman Muhiddin

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Pembongkaran bangunan yang berada di sepanjang Sungai Kalianak ditunda. Sesuai rencana, pembongkaran ratusan rumah di sungai itu dilakukan Senin, 24 Februari 2025.

Namun, pelaksanaannya ditunda dan akan dilakukan seusai Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025 mendatang.

Sampai saat ini, Pemkot Surabaya terus melakukan pemberian tanda terhadap bangunan yang menjadi penyebab menyempitnya Sungai Kalianak. 

Setidaknya, sudah ada sebanyak 107 bangunan milik warga telah diberi tanda untuk ditertibkan sebelum tahap normalisasi Sungai Kalianak dilakukan.

”Sebelumnya, pemberian tanda sudah kami lakukan di Kecamatan Morokrembangan, sekarang kami lanjutkan pemberian tanda di Kecamatan Asemorowo tepatnya pada RT 3 dan RT 4,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya Irna Pawanti, Kamis, 27 Februari 2025.

BACA JUGA:Susul Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Ikut Retret di Magelang

BACA JUGA:Tim Siri Berhasil Amankan DPO Tjoeng Kristanto Atas Kasus Penipuan

Setelah pemberian tanda, Satpol PP Surabaya bersama personel gabungan, mulai melakukan pembersihan di sekitar Sungai Kalianak. Pembersihan ini akan dilakukan di dua sisi. 

Sisi pertama di area sungai, menggunakan alat berat milik DSDABM Surabaya. Sedangkan, area perkampungan warga akan dikerjakan secara manual oleh para satgas. 

”Kami harap warga dapat ikut serta dalam giat pembersihan. Lokasi (perkampungan) sulit dijangkau alat berat,  ada tim satgas secara manual membersihkan kayu-kayu, serta lapak-lapak yang sudah tidak berfungsi,” ujarnya.

Tahap selanjutnya, Pemkot Surabaya akan memberikan surat peringatan kepada warga yang bangunannya menutupi atau mempersempit Sungai Kalianak. Nantinya, proses pembongkaran bangunan akan dilakukan seusai Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025 mendatang.

”Untuk bangunan non permanen, kita mulai dengan kerja bakti, karena di sana banyak terdapat bangunan non permanen seperti kayu-kayu. Untuk bangunan permanen, pengerjaannya kita mulai setelah hari raya,” jelasnya.

BACA JUGA:Makanan Gratis di SMPN 13 Surabaya Ternyata Basi, yang Alergi Pun Dapat Menu Sama

BACA JUGA:Pelantikan Wali Kota Surabaya Dapat Kiriman Paket Bantuan Sosial, Bakal Disalurkan ke Panti Asuhan

Irna berharap, setelah pemberian tanda pada bangunan yang akan ditertibkan, warga bisa mulai mengemasi barang-barangnya secara bertahap. Apabila membutuhkan bantuan, Pemkot Surabaya akan membantu mengemasi barang milik warga.

Kategori :