Peserta Koko Cici Jatim 2025 Ikuti Kelas Mandarin, Belajar Pinyin hingga Pelafalan

Sabtu 29-11-2025,15:15 WIB
Reporter : Ilmi Bening
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Memasuki karantina Koko Cici Jatim 2025, pada pertemuan kedua, 27 November 2025, peserta mendapatkan materi tentang bahasa Mandarin tingkat dasar. Di kelas itu, para koko dan cici menghadiri kelas secara online melalui zoom meeting pada pukul 18.30 WIB.

Sebelumnya, para peserta sudah belajar memberikan salam khas Koci Jatim. Juga belajar dan praktik menyanyikan Mars Koko Cici di NutriHub Surabaya pada Minggu, 23 November 2025.

Di hari berikutnya, peserta semakin mendalami budaya Tionghoa. Salah satunya adalah dengan mempelajari bahasa Mandarin.

Gracia Eiloyn Andira Moekajat atau yang akrab disapa Laoshi Grace memandu para peserta. “Saya akan mengajarkan tentang basic-basic menggunakan bahasa Mandarin. Mulai dari penggunaan pinyin, pelafalan, cara membaca dan penerapannya,” terang Grace kepada para peserta dalam Zoom meeting.

BACA JUGA:Karantina dan Pembekalan Semifinalis Koko Cici Jawa Timur 2025: Hapalkan Mars, Latihan Beri Salam

BACA JUGA:Koko Cici Indonesia 2024, Finalis dari Jawa Timur Raih Prestasi Juara 1


Peserta Koko Cici Jatim 2025 belajar pelafalan di kelas bahasa Mandarin dasar. - Ilmi Bening - Harian Disway

Sebelum memulai pembelajaran, Grace menggali pengalaman belajar bahasa Mandarin para peserta. Memang ada beberapa peserta yang dulu pernah mendapatkan materi tersebut sewaktu sekolah.Sehingga mereka cukup mudah menangkap materi yang diajarkan. 

Grace pun memberi berbagai pelajaran. Seperti penggunaan kata "kamu", "apa kabar", "selamat pagi", "selamat siang", "selamat malam", dan lain-lain.

Kemudian, perempuan yang juga mengajar di Kursus Mandarin CENRIN itu juga mempraktikkan cara melafalkannya. Lengkap dengan empat nada utama dan nada netral yang terdapat dalam bahasa Mandarin.

Beberapa huruf pinyin berbeda pelafalannya dengan huruf Indonesia. “Yang paling kelihatan bisa kita lihat dari huruf "b" dan "p". Kalau huruf "b", kita bacanya seperti huruf "p". Tetapi, kalau "p" itu ada faktor embusan udara,” imbuhnya.

BACA JUGA:Happy Birthday, Koko! Simak Profil Koko izna, Member Asal Jepang yang Jago Menari

BACA JUGA:Meriahnya Bazar Mid Autumn Festive di Pasar Atom Mall dalam Legenda Mooncake Persembahan Koko Cici Jawa Timur

Membaca huruf vokal juga punya  aturan masing-masing. Misalnya, huruf a dibaca “a” dengan mulut terbuka. Kemudian, huruf "i" dibaca seperti pelafalan huruf "i" pada umumnya.

Sedangkan pembacaan huruf "e" memiliki dua metode. Yaitu seperti huruf "e" pada umumnya. Atau huruf "e" pada kata “emas”. Bergantung kosakatanya.

Kategori :