Alasan Hanya Satu Pertandingan
Premier League menjelaskan bahwa minimnya jadwal Boxing Day tahun ini merupakan dampak langsung dari perubahan besar pada kalender sepak bola domestik dan Eropa.
Sejak musim ini, kompetisi Eropa (Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi) mengalami peningkatan dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak pada fase awal.
Akibatnya, kalender domestik ikut terdampak. Sesuai kontrak hak siar, Premier League wajib menjadwalkan pertandingan liga dalam 33 akhir pekan selama musim berjalan.
BACA JUGA:Arne Slot Bantah Rumor Kepulangan Harvey Elliott, Sebut Liverpool Masih Punya Stok Penyerang
BACA JUGA:Rating Pemain Arsenal yang Sikat Crystal Palace di Carabao Cup, Semua Pas-pasan
Tahun ini, Boxing Day jatuh pada hari Jumat (Sabtu dini hari di Indonesia). Untuk memenuhi kewajiban tersebut, pekan ke-18 Premier League dijadwalkan pada Sabtu dan Minggu, 27–28 Desember.
Hal ini menyisakan hanya satu slot pertandingan pada Jumat malam (Sabtu dini hari), yang kemudian diisi oleh laga Manchester United vs Newcastle United.
Selain faktor kalender dan hak siar, isu kesejahteraan pemain juga menjadi pertimbangan utama. Premier League berkomitmen memastikan tidak ada klub yang bermain dengan jeda kurang dari 60 jam antarpertandingan, guna mengurangi risiko cedera di tengah jadwal yang semakin padat.
Dampak Positif bagi Klub Papan Bawah
Meski menuai kritik, perubahan ini justru membawa dampak positif bagi klub-klub di luar Premier League. Dengan minimnya pertandingan papan atas, klub Championship, League One, League Two, hingga non-liga melihat Boxing Day sebagai peluang emas.
BACA JUGA:Arsenal vs Crystal Palace 1-1 (Pen 8-7), The Gunners Lolos ke Semifinal Carabao Cup
BACA JUGA:Liverpool Umumkan Alexander Isak Harus Absen Panjang Usai Operasi Cedera Fibula
Potret para pemain Bolton Wanderers jelang laga menghadapi Wycombe Wanderers--Instagram @officialbwfc
Beberapa klub seperti Bolton Wanderers dan Bradford City optimistis laga mereka akan menarik lebih banyak penonton, termasuk penggemar klub besar yang tetap ingin menikmati atmosfer sepak bola di hari libur.
Boxing Day memang sudah lama menjadi hari tersibuk secara komersial bagi klub-klub kecil, dan kondisi tahun ini memperbesar peluang tersebut.