Musim lalu, masa depan Guardiola sempat dipertanyakan ketika City tersingkir dari Piala Liga oleh Tottenham dan hanya meraih satu kemenangan dalam 13 laga di semua kompetisi, termasuk lima kekalahan beruntun—pengalaman pertama dalam karier kepelatihannya. Meski demikian, City tetap menutup musim di posisi ketiga.
BACA JUGA:6 Kandidat Pengganti Ruben Amorim di Man United, Ada Maresca dan Southgate!
BACA JUGA:Breaking News! Man United Resmi Berpisah dengan Ruben Amorim, Konflik Internal Jadi Pemicu
Ruben Amorim bertahan dengan formasi 3-4-2-1 di MU untuk membangun identitas tim, dan perubahan kini dilakukan secara strategis, bukan karena tekanan media.-Chris Brunskill-Getty Images
Menurut Guardiola, tekanan di Inggris tidak jauh berbeda dengan Spanyol atau Jerman.
“Tidak ada negara di mana Anda aman jika tidak menang. Masa lalu tidak berarti apa-apa. Manajer direkrut karena ide, tetapi dipecat karena hasil,” kembali jelasnya.
Ia juga menyinggung situasi United, yang beberapa kali gagal menang di kandang meski tampil kompetitif.
Guardiola menilai perbedaan hasil sering kali sangat tipis, apalagi ketika tim dilanda banyak pemain absen.
“Jika pemain penting tidak tersedia, selalu sulit. Tapi kenapa semuanya bisa terjadi? Jujur saja, saya tidak tahu,” tutup Guardiola. (*)