Risna: ”Untuk menjaga ketenangan dan kejelasan informasi, kami mohon pengertian agar diberikan ruang dan waktu bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional.”
Dilanjut: ”Kami sangat prihatin atas isu publik ini. Sebenarnya ini adalah ranah keluarga. Privasi. Semua keluarga punya privasi. Mestinya wartawan mengerti ini.”
Ucapan Risna terakhir itu salah kaprah. Setiap ada keburukan tokoh publik yang diberitakan wartawan, pasti protesnya begitu. Padahal, konsekuensi tokoh publik adalah transparansi publikasi.
Tokoh publik adalah panutan masyarakat. Jika tokoh publik berbuat buruk dan pers diam, justru pers melakukan kejahatan publik. Karena tokoh publik yang buruk dan keburukannya tidak diberitakan, si tokoh bakal tetap dijadikan panutan masyarakat. Masyarakat tertipu.
Kasus begini kegemaran warganet. Warganet bernama Danielle Woro Prabandari mengunggah soal Denada, begini:
”Pas masih di SMA 3 JKT (Denada, Red) hamil, dipindahin ibunya ke Australia sampai lahiran. Terus anaknya Dena diambil Emilia Contessa dibawa ke Banyuwangi. Dena lanjutin sekolah sampe balik ke Indo jadi penyanyi rap & RnB dengan status publik single. Disclaimer ini yang cerita teman satu sekolahnya Dena.”
Unggahan itu viral. Dibagikan para warganet, dikomentari, bahkan ada yang memperjelas info tentang Denada pernah hamil saat SMA. Semua unggahan itu tidak kredibel.
Denada memang pernah sekolah di SMA Negeri 3 Jakarta. Denada lahir di Jakarta, 19 Desember 1978.
Berarti, dia sekolah SMA antara tahun 1994 sampai 1996. Sedangkan, Ressa kelahiran tahun 2002. Ada beda waktu enam tahun. Dari sini, unggahan warganet itu terpatahkan.
Ada kesaksian Sopiyah, asisten rumah tangga (ART) keluarga Emilia Contessa selama 35 tahun. Sopiyah diwawancarai wartawan, Rabu, 14 Januari 2026, soal itu. Dia mengatakan begini:
”Saya selama tiga puluh lima tahun ikut Ibu Emilia Contessa. Setahu saya, Mbak Denada cuma punya satu anak, yakni Shakira atau yang sekarang dikenal sebagai Aisya.”
Sopiyah juga kenal Ressa. Kenal akrab. Bahkan, dia pernah menginap di rumah Ressa di Banyuwangi, saat dia mendampingi Emilia pulang kampung.
Menurut Sopiyah, Ressa adalah putra Ratih, istri Dino yang adik kandung Emilia Contessa.
Sopiyah: ”Dulu, waktu Ressa masih SD, ia pernah main ke rumah Pejaten, Jakarta Selatan (rumah keluarga Emilia Contessa). Setahu saya, Ressa itu anak dari ibu Ratih, ipar ibu Emilia.”
Bisa saja kesaksian Sopiyah tidak jujur. Sebab, dia punya ikatan hubungan dengan keluarga Emilia begitu lama. Dengan begitu, bisa saja Sopiyah tidak bicara jujur. Namun, begitulah pernyataan Sopiyah.
Sebenarnya, kasus ini bakal selesai di persidangan dalam waktu sekitar sepekan. Yakni, dengan uji DNA. Antara Ressa dan Denada. Hasil uji DNA keluar dalam lima hari. Apakah benar mereka saudara sepupu?