Valve Wajibkan Developer Jujur Soal Penggunaan AI Dalam Game Mereka

Sabtu 17-01-2026,12:30 WIB
Reporter : Dave Yehosua
Editor : Dave Yehosua

HARIAN DISWAY — Baru beberapa pekan berjalan di tahun 2026, isu penggunaan kecerdasan buatan generatif (generative artificial intelligence/AI) dalam pengembangan game sudah menjadi topik hangat di industri tersebut.

Terbaru, Valve melakukan penyesuaian penting pada aturan pengungkapan (disclosure) penggunaan AI bagi developer yang ingin merilis game mereka di Steam.

Perubahan ini pertama kali disorot oleh pendiri GameDiscoverCo., Simon Carless, melalui unggahan di LinkedIn. Dalam unggahan tersebut, Carless menjelaskan bahwa Valve telah menulis ulang formulir pertanyaan wajib bagi developer terkait penggunaan AI dalam proses pengembangan game.

Sebelum sebuah game bisa diunggah ke Steam, developer diwajibkan mengisi formulir yang menanyakan apakah mereka menggunakan generative AI selama proses produksi.

BACA JUGA:Paten! Teknologi Sony AI Ghost Player yang Bisa Lanjutkan dan Tuntaskan Game

BACA JUGA:Isu AI Kembali Muncul, Battlefield 6 Diduga Gunakan Seni Buatan Kecerdasan Artifisial


Steam perbolehkan pengembang membuat game dengan AI generatif seluruhnya, hanya saja akan dilabeli made with AI. --Steam

Jika jawabannya ya, maka halaman Steam game tersebut akan diberi label khusus bertuliskan “Made with AI.” Label ini sejak awal dirancang untuk memberikan transparansi kepada pemain.

Namun, melalui bahasa baru yang diperbarui Valve, terdapat pembedaan yang lebih tegas soal jenis penggunaan AI yang wajib dilaporkan. Developer kini tidak lagi diwajibkan mengungkap penggunaan AI-powered tools yang sifatnya hanya membantu efisiensi kerja.

Contohnya termasuk alat bantu penulisan kode, debugging, atau workflow internal lain yang tidak menghasilkan konten akhir secara langsung.

Dalam formulir terbaru tersebut, Valve menegaskan bahwa “efficiency gains through the use of AI-powered development tools is not the focus of this section.” Dengan kata lain, penggunaan AI sebagai asisten kerja dianggap setara dengan alat bantu pengembangan lain, selama tidak menghasilkan konten game secara utuh.

BACA JUGA:Rewind Dunia Game Sepanjang 2025: Polemik AI Sampai Kebangkitan Game Indie

BACA JUGA:Fortnite Rilis Chapter 7, Tapi Gamers Malah Salfok Banyak Konten Dibuat Dengan AI

Sebaliknya, kewajiban disclosure tetap berlaku ketat jika generative AI digunakan untuk menciptakan aset game secara penuh. Ini mencakup pembuatan karakter, lingkungan, ilustrasi, dialog, atau konten lain yang muncul langsung di dalam game.

Developer juga tetap harus melaporkan jika game mereka secara aktif menggunakan generative AI untuk menghasilkan konten saat dimainkan.

Kategori :