BACA JUGA:Suami Bunuh Istri di Denpasar karena Kasihan: Kasus Altruistic Homicide
BACA JUGA:Suami Bunuh Mantan Istri yang Ditelepon Pria Lain: Delapan Tahap Pembunuh
Pelaku terkurung di dalam rumah. Tidak bisa lari karena kerumunan tetangga. Ada warga yang menelepon polisi yang segera tiba di TKP. Ketika polisi tiba, korban sudah dinyatakan meninggal.
Jenazah korban langsung dikirim ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan. Polisi menangkap dan memborgol pelaku, lalu dibawa ke Polsek Sukaraja.
Humas Polres Bogor Ipda Hamzah Sofyan kepada wartawan menjelaskan, pelaku inisial N membunuh istrinya, inisial E. ”Kejadian Minggu malam kemarin. Kini kasusnya sedang ditangani Polsek Sukaraja. Jadi, mohon sabar, masih disidik,” katanya.
BACA JUGA:Suami Bunuh Istri karena Ketahuan Selingkuh: Jangan Pergi, Hatiku Padamu
BACA JUGA:Suami Bunuh Istri saat Proses Cerai: Siasat Kecil Tersangka
Ketua RT setempat, Tata Sunarta, 60, kepada wartawan, menjelaskan bahwa pelaku dan korban bukan warga perumahan tersebut (Ambar Residence). Penghuni rumah itu adalah anak dan menantu pelaku dan korban. Namun, Tata juga mengenal pelaku dan korban karena sering bertandang ke rumah anak dan menantunya.
Tata: ”Si ibu (korban) kadang-kadang menginap di situ. Tidak masalah bagi saya. Nah, saat kejadian, si ibu sudah menginap di situ sendirian tanpa suami. Kemudian, suaminya datang dan langsung kejadian tragis itu.”
Menurut Tata, pelaku Nawawi punya banyak utang. Maksudnya, utang ke beberapa pihak. Ia tahu itu karena penagih utang kadang mendatangi rumah anak Nawawi sehingga Pak RT tahu.
BACA JUGA:Problem Suami Bunuh Istri di Pasar Minggu, Jakarta Selatan
BACA JUGA:Suami Bunuh Istri yang Penyanyi di Bandung
Tata: ”Para penagih utang yang datang ke sini (TKP) berganti-ganti orang. Menagih utang pelaku (Nawawi, Red). Mungkin utangnya ke beberapa pihak. Tapi, saya tidak tahu berapa nilai utangnya.”
Tata tahu hal itu karena, menurutnya, ia wajib mengamankan wilayah RT tersebut. Para penagih utang biasanya berkata dan berperilaku kasar. Karena itu, ia mendampingi tuan rumah. ”Saya mendampingi, sebab bukan tuan rumah yang berutang, melainkan orang tuanya,” ujarnya.
Utang membuat orang stres. Apalagi kalau tak bisa bayar. Apalagi kalau utang ke beberapa pihak.
Dikutip dari The Guardian, 23 Oktober 2023, berjudul ”I am afraid I will kill myself, like my husband”: spotlight on loan firms in Cambodia after Indigenous suicides, karya Jack Brook, disebutkan, orang berutang yang stres bisa bunuh diri atau membunuh orang.