Evakuasi dengan bantuan helikopter membutuhkan koordinasi yang ketat karena titik penjemputan berada di antara tebing curam dan aliran sungai kering.
Seluruh korban akhirnya ditemukan dengan penyelamatan high angle rescue yang penuh risiko dan keahlian khusus.
Syafii menyatakan, hingga saat ini telah disiapkan sembilan kantong jenazah dari hasil evakuasi. Satu jenazah lainnya masih dalam proses penanganan sebelum diserahkan kepada tim DVI untuk kelanjutan identifikasi.
BACA JUGA:Kemenhub Jelaskan Penemuan Sejumlah Puing yang Diduga Merupakan Bagian dari Pesawat ATR 42-500
Operasi tim SAR akan dihentikan setelah seluruh jenazah berhasil dievakuasi hingga ke posko utama. Wacana perpanjangan pencarian sempat muncul, namun tidak lagi diperlukan karena seluruh korban pesawat ATR sudah ditemukan.
Lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung memiliki kedalaman mencapai 500 meter dari puncaknya.
Kondisi tersebut membuat proses pencarian hanya dapat dilakukan oleh tim penyelamat khusus yang terlatih di medan ekstrem.
Total penumpang pesawat ATR 42-500 terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang sipil. Saat ini seluruh korban pesawat ATR 42-500 sudah ditemukan dan proses selanjutnya adalah identifikasi serta penyerahan kepada masing-masing keluarga.
BACA JUGA:Identifikasi Korban Tewas Pesawat ATR 42-500: Diduga Terlempar dari Pesawat
Seluruh tim SAR dari TNI, Basarnas, hingga relawan sipil yang terlibat dalam pencarian mulai bersiap menutup operasi penyelamatan.(*)
*) Najwa Nabilla Rachmah, Peserta Magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.