Pertamina Tingkatkan Produksi Gas Prabumulih, Pasoka

Sabtu 24-01-2026,13:29 WIB
Reporter : Ave Sena
Editor : Salman Muhiddin

PRABUMULIH, HARIAN DISWAY – PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field menuntaskan Project Perubahan Pola Operasi Penyaluran Gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala melalui Stasiun Pengumpul Gas (SKG-X) Prabumulih Barat menuju LPG Plant Limau Timur. Proyek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pasokan bahan baku LPG domestik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Sebagai tindak lanjut, PEP Prabumulih Field melaksanakan penyaluran perdana gas dari ketiga struktur tersebut ke LPG Plant Limau Timur.

Penyaluran ini diharapkan meningkatkan ketersediaan energi bagi masyarakat serta mengurangi ketergantungan pada pasokan energi impor.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, setiap tambahan produksi dalam negeri memiliki arti penting bagi kepentingan nasional.

BACA JUGA:Pertamina Hulu Energi Yakin Migas Tetap Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron: Qian Li Zhi Xing, Shi Yu Zu Xia

“Setiap tambahan produksi dalam negeri adalah langkah nyata untuk memperkecil ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek perubahan pola operasi penyaluran gas ini menjadi sangat relevan,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan bahwa penyaluran perdana gas ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam menjaga pasokan energi dalam negeri.

“Penyaluran perdana gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala ke LPG Plant Limau Timur adalah wujud nyata komitmen Pertamina untuk memastikan energi tersedia dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi masyarakat. Langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan LPG domestik,” katanya.

Ia menambahkan, perubahan pola operasi penyaluran gas dilakukan guna menjaga keandalan produksi, memastikan sistem berjalan stabil dan aman, serta mengoptimalkan kinerja di tengah tantangan lapangan migas yang semakin matang.

BACA JUGA:Kado Awal Tahun, Produksi Sumur SLW-C4X Dongkrak Kinerja Pertamina EP Papua Field

BACA JUGA:Pertamina Drilling Gandeng Petronas, Tembus Pasar Offshore lewat Layanan H2S

Dalam skema ini, Struktur Gunung Kemala menjadi kontributor utama produksi gas, dengan dukungan Struktur Tundan dan Prabumulih Barat untuk menjaga keseimbangan sistem penyaluran secara terintegrasi.

Optimalisasi ini memungkinkan Pertamina mempertahankan kinerja produksi sekaligus memperkuat pasokan energi berkelanjutan bagi masyarakat.

Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan kerja, keandalan operasi, serta perlindungan lingkungan, dan berkoordinasi dengan SKK Migas serta para pemangku kepentingan terkait.

Kategori :