HARIAN DISWAY - Arsenal berada dalam posisi yang sangat menentukan (dan rawan) di Premier League. Dengan musim yang memasuki fase krusial, setiap pertandingan memiliki bobot yang sangat besar dalam menentukan arah perburuan gelar.
Setelah bertahun-tahun hanya menjadi penantang, Arsenal muism ini memiliki peluang nyata untuk mengakhiri penantian panjang juara Liga Inggris. Sesuatu yang kali terakhir mereka raih pada 2004.
Skuad Mikel Arteta dianggap sebagai salah satu yang paling lengkap dalam dua dekade terakhir. Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda, ditambah investasi besar dari manajemen, telah meningkatkan ekspektasi publik.
Banyak pengamat menilai Arsenal tidak lagi sekadar "proyek", melainkan tim yang siap juara. Bahkan di Liga Champions pun mereka menguasai puncak klasemen dengan tujuh kemenangan beruntun phase league.
BACA JUGA:Rating Pemain Arsenal yang Keok Lawan Man United 2-3, Semua Lini Amburadul
BACA JUGA:Arsenal vs Man United 2-3, Matheus Cunha Bawa Setan Merah Taklukkan Emirates Setelah 9 Tahun
Declan Rice mendapat pujian Odegaard dan Arteta usai tampil gemilang sebagai bek kanan darurat dalam kemenangan penting Arsenal atas Brighton.-Marc Atkins-Getty Images
Namun, tekanan justru semakin besar seiring meningkatnya harapan. Dalam beberapa laga penting, Arsenal terlihat kurang lepas dan cenderung berhati-hati.
Situasi itu memunculkan kekhawatiran bahwa Arsenal bisa kembali terpeleset di saat yang paling menentukan. Terakhir, Bukayo Saka dkk dipermalukan Manchester United 2-3 di kandangnya sendiri, Emirates Stadium.
Itu membuat fans dan pengamat harap-harap cemas. Jangan-jangan musim 2022/2023 terulang? Ketika mereka memimpin klasemen sampai mendekati akhir musim. Tapi disalip Manchester City hanya di beberapa pekan terakhir.
Gara-gara musim itu pula, banyak yang mempertanyakan kekuatan mental tim Arteta. Mantan gelandang bertahan Arsenal era 2000-an, Patrick Vieira, bahkan menyebut The Gunners tidak punya DNA juara.
BACA JUGA:Arsenal Kembali Dilema Usai Kai Havertz Cedera Lutut Lagi
BACA JUGA:Inter Milan vs Arsenal 1-3, The Gunners Kunci Tiket 16 Besar Liga Champions
"Enggak apa-apa. Kami menerima semua opini, dan dari mana opini itu datang," ucap Arteta kepada BBC. "Mereka punya alasan yang benar untuk mengatakannya," lanjutnya.
"Pada akhirnya, kami memang harus menunjukkan kekuatan mental di lapangan. Saat pertandingan. Hanya dengan itu kami membuktikannya," tambah pelatih asal Spanyol tersebut.