Satelit Hebat, DM Lebih Jahat

Jumat 30-01-2026,07:57 WIB
Reporter : Efatha Filomeno Borromeu Duarte*
Editor : Yusuf Ridho

Iran membaca permainan itu dengan sangat jernih. Kaki kiri mereka menciptakan kekacauan murah, propaganda digital, peretasan, operasi proksi, dengan pesan sederhana, ”saya bisa bikin repot.” Kaki kanan mereka menyiapkan kursi di meja perundingan, ”jika harganya cocok, kita bicara.” Ironinya sangat tebal.

JANGAN MEREMEHKAN DM

Jadi, bagaimana perasaan Anda sekarang? Apakah merasa aman karena negara kita jauh dari zona ledakan? Jangan naif.

Dunia spionase hari ini bukan lagi milik pria berdasi yang minum martini di kasino ala James Bond. Itu kuno. Dunia hari ini milik ”admin” yang mungkin sedang duduk di warung kopi sambil makan gorengan, sembari merekrut mata-mata lewat direct message (DM) Instagram.

Perang hari ini milik peretas yang membiarkan AS membangun benteng digital triliunan dolar, lalu masuk lewat pintu belakang yang kuncinya lupa dicabut. Kita terombang-ambing di samudra data yang aneh itu. 

AS punya satelit yang bisa melihat nomor pelat mobil Anda dari luar angkasa. Hebat. Namun, Iran punya cara untuk membujuk tetangga Anda membakar mobil itu, hanya dengan bermodal pulsa dan janji transfer kripto.

Raksasa teknologi menawarkan kenyamanan yang membuai, sedangkan gerilyawan digital menawarkan kekacauan yang murah meriah. Dan, kita berada tepat di tengah-tengahnya, memegang ponsel yang terus bergetar di saku celana.

Coba cek ponsel Anda. Ada notifikasi baru? Hati-hati. Jika ada orang asing menawarkan uang dolar via DM, jangan buru-buru membalas. Itu bukan jodoh. Itu geostrategi. (*)

*) Efatha Filomeno Borromeu Duarte adalah dosen ilmu politik, Universitas Udayana.

 

Kategori :