SURABAYA, HARIAN DISWAY- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan rotasi sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Jumat, 30 Januari 2026.
Langkah itu disebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi untuk memperkuat kinerja perangkat daerah. Terutama dalam mendukung agenda prioritas pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan.
Menurut Khofifah, penataan ulang posisi pejabat dilakukan agar organisasi perangkat daerah (OPD) lebih adaptif terhadap target pembangunan daerah.
BACA JUGA:Khofifah Tinjau Lokasi Banjir Bandang Situbondo, Bagikan Bantuan dan Minta Dapur Umum
Tentu juga sekaligus sejalan dengan program pemerintah pusat. ”Khususnya di bidang pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan,” katanya.
Dalam keterangannya, Khofifah menekankan pentingnya menjaga capaian Jawa Timur sebagai provinsi penghasil padi tertinggi secara nasional.
Selain sektor pertanian pangan, penguatan juga akan diarahkan pada subsektor perkebunan, khususnya tebu.
"Dan selanjutnya kita juga akan memperkuat perkebunan. Dengan perluasan bongkar ratoon untuk tanaman tebu," jelasnya.
BACA JUGA:Dorong Lingkungan Bersih dan Sehat Berkelanjutan, Khofifah Resmikan Permata Jatim
BACA JUGA:Khofifah Tunjuk Bagus Panuntun sebagai Plt Wali Kota Madiun setelah Maidi Jadi Tersangka Korupsi
Ia menambahkan, rotasi jabatan ini didasarkan pada berbagai indikator penilaian, termasuk hasil talent DNA serta uji kompetensi di kalangan aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jatim.
”Ini baru putaran pertama,” kata gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut.
Kebijakan rotasi ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 01.800.1.3.3/362/204/2026 tertanggal 29 Januari 2026.
BACA JUGA:Maidi Di-OTT KPK, Khofifah Belum Tentukan Plt Wali Kota Madiun