Denada Digugat Anak, si Anak Dicari Anaknya Pula: Rahasia Terkuak Semua

Rabu 04-02-2026,09:14 WIB
Oleh: Djono W. Oesman

”Ressa menggugat ibunya, ibu Denada. Karena ia mengaku sebagai anak diabaikan. Tapi, ia mengabaikan anaknya, Aldan. Kamu (Ressa) mati-matian minta pernyataan, minta pengakuan kepada ibu kamu. Kamu ingin diakui oleh ibu kamu. Tapi, kamu sendiri melakukan hal yang sama dengan ibumu.”

Dilanjut: Coba, Ressa bayangkan, kalau Aldan dewasa kelak, jejak digital ini pasti dilacak Aldan. Terus, Ressa bagaimana?”

Pernyataan Dini di YouTube Cumicumi itu belum dikonfirmasi wartawan kepada Dini. Namun, kecil kemungkinan itu bohong. Maka, wartawan mengonfrontasi hal itu ke Ressa.

Tak dinyana, Ressa langsung mengakui bahwa Aldan anaknya. Bahwa ia pernah menikah siri dengan Dini. ”Benar, ia (Aldan) anak saya,” ujar Ressa. Ia juga, akhirnya, mengakui pernah nikah siri dengan Dini, lalu pisah.

Tapi, Ressa kepada wartawan masih ngeyel. Ia menunjukkan bukti chat WA dengan Dini. Isinya, ia minta Dini enggak usah ikut campur atau dilibatkan dalam urusan Ressa menggugat Denada. 

Ressa: ”Dan, dia (Dini) menyatakan di sini (WA) ya, tidak akan ikut dilibatkan (di gugatan hukum terhadap Denada, Red). Ternyata dia ngomong begitu.”

Lho, Dini kan memang tidak dilibatkan dalam perkara hukum gugatan Ressa terhadap Denada?

Ressa: ”Iya, tapi dia (Dini) kok ngomong begitu. Kan terlibat di kasus ini. Dia memang pansos (panjat sosial).”

Sampai di sini tampak karakter Ressa. Rumit memang mengurai jalan pikirannya. Entah, karakter model apa itu. Pembaca punya penilaian sendiri-sendiri. Bisa berbeda-beda.

Dikutip dari VegOut, 21 Juni 2025, berjudul Signs a man is self-centered and has very little empathy, according to psychology, karakter model begitu sulit. Maksudnya, menyulitkan orang.

VegOut, media massa Singapura milik Brown Brothers Media, banyak mengulas psikologi. Di media tersebut diurai karakter orang yang egois, tapi minim empati.

Orang egois banyak menuntut haknya, tetapi melupakan tanggung jawab. 

Di kasus Denada, apakah Ressa tergolong egois? Tentu pembaca sudah punya jawaban sendiri. Jawaban bisa berbeda-beda. Bergantung pembacanya.

Namun, kasus itu melenceng ke arah tak terduga akibat keterlibatan warganet. Di era medsos sekarang individu sulit menyembunyikan kebohongan. Era transparan. Warganet, yang bisa jadi tetangga Anda, bakal mengungkap kebohongan Anda di medsos.

Sebaliknya, banyak juga kebohongan beredar di medsos. Bisa dibolak-balik.

Dikutip dari The New York Times, 7 Juni 2017, berjudul The Secret Social Media Lives of Teenagers, karya Ana Homayoun, mengungkapkan hal itu. Tentang perilaku warganet yang bisa sangat beragam.

Kategori :