“Ia (pelaku pelemparan) seharusnya tidak melempar petasan tersebut. Ia tidak memikirkan konsekuensi yang mungkin terjadi, termasuk risiko kiper berada terlalu dekat dan terdampak ledakan,” ujar kuasa hukum pelaku dikutip dari Football Italia.
Sebelumnya, Presiden Inter Milan Giuseppe Marotta telah mengecam keras aksi tersebut dan menegaskan bahwa tindakan sang suporter sama sekali tidak mencerminkan nilai dan budaya klub. Ia juga menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Cremonese dan Emil Audero.
BACA JUGA:Emil Audero Dilempari Flare oleh Suporter Inter, 3 Jari Pelaku Putus
BACA JUGA:Cremonese vs Inter Milan 0-2: Emil Audero Gagal Bendung Lautaro-Zielinski
Momen kiper Cremonese berdarah Indonesia, Emil Audero (kiri), bersama Federico Baschirotto (kanan), ketika menyapa para suporter usai laga menghadapi Inter Milan. Senin, 2 Februari 2026.--Instagram @uscremonese
Terlepas dari insiden di tribun, Inter Milan tetap berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Cremonese lewat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski.
Namun, peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat serius tentang pentingnya keamanan stadion dan ketegasan terhadap aksi kekerasan dari oknum suporter. (*)