Setelah laga tersebut, Casado mulai mendapatkan menit bermain secara bertahap. Ia tampil dalam setiap pertandingan berikutnya, meski dengan durasi yang berbeda-beda, yakni saat melawan FC Copenhagen, Elche, Albacete, dan RCD Mallorca.
Laga kontra Oviedo dinilai sangat penting karena berlangsung menjelang penutupan bursa transfer musim dingin.
Keputusan Flick menurunkan Casado sejak awal laga tidak hanya dianggap sebagai upaya mempertahankannya dari godaan klub lain, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepercayaan pelatih terhadap kemampuannya.
BACA JUGA:Barcelona dan Atletico Madrid Bentrok di Semifinal Copa Del Rey, Llorente Tidak Takut
BACA JUGA:Rating Pemain Barcelona Usai Singkirkan Albacete di Copa Del Rey, Lamine Yamal On Fire
Marc Casado tegaskan ingin bertahan di Barcelona dan perjuangkan posisinya.--@BarcaUniversal-X
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Flick dalam konferensi pers usai pertandingan.
“Tidak ada pilihan bagi saya. Saya tidak ingin siapa pun pergi, kami membutuhkan semua pemain. Tidak ada opsi lain selain itu,” ujar Flick.
Pelatih asal Jerman tersebut juga memberikan pujian kepada Casado atas sikap dan performanya di lapangan.
“Casado sangat profesional dan pantas menjadi starter. Saya sangat menyukai apa yang saya lihat darinya di pertandingan itu, dia adalah Casado yang kami inginkan,” tambahnya.
BACA JUGA:Albacete vs Barcelona 1-2: El Barca Tundukkan Pembantai Madrid, Lolos ke Semifinal Copa Del Rey
BACA JUGA:Marcus Rashford Tak Mau Kembali ke MU, Pilih Bertahan di Barcelona
Casado sendiri memilih untuk tetap bersabar dan tidak menyerah meski sempat berada dalam situasi sulit. Sikap tersebut mendapat penilaian positif dari Flick, yang terus menunjukkan kepercayaan penuh kepadanya.
Dengan musim yang masih panjang dan tiga kompetisi yang masih diikuti Barcelona, Casado menyadari bahwa peluang untuk berperan penting akan terus terbuka seiring berjalannya waktu. (*)