HARIAN DISWAY — Semakin familiarnya digitalisasi di dunia kerja, banyak perusahaan yang menggunakan teknologi Virtual Reality (VR) untuk proses rekrutmen. Wawancara kerja yang dulu hanya dilakukan tatap muka atau lewat video kini mulai bergeser ke ruang virtual tiga dimensi (metaverse).
Kebijakan itu membuat pelamar punya keleluasaan dalam menjalani wawancara. Bisa sambil berdiri maupun duduk. Kendati terpisah jarak, interaksi tetap berjalan layaknya pertemuan fisik.
Namun, terlepas dari kecanggihan teknologinya, aspek visual seperti background yang rapi dan posisi mata yang tepat tetap menjadi kunci utama. Itu supaya pelamar terlihat profesional, meyakinkan, dan kompeten.
Di tengah persaingan talenta yang semakin ketat, detail visual kemudian menjadi pertimbangan penting untuk memutuskan diterima atau tidaknya pelamar.
BACA JUGA:6 Rahasia Gen Z Taklukkan Interview Kerja
Kenapa Background dan Posisi Mata Penting?
BACKGROUND menjadi pertimbangan penting dalam sesi interview kerja dengan VR. --lumecube
Menurut pakar career coaching, background yang bersih dan keterampilan menjaga eye contact sangat menentukan penilaian pewawancara, terutama dalam konteks VR atau video.
Background yang tidak rapi atau terlalu ramai dapat mencuri perhatian pewawancara dari jawaban Anda, sementara posisi mata yang salah bisa memberi kesan kurang percaya diri atau kurang fokus.
Cek Perangkat sebelum Mulai Interview
Sebelum sesi dimulai, lakukan pengecekan teknis. Pastikan koneksi internet stabil, headset mikrofon berfungsi, kamera tidak berkabut, dan platform VR berjalan lancar tanpa lag.
Persiapan teknis ini akan memberi rasa tenang dan menghindari interupsi saat percakapan penting sedang berlangsung.
BACA JUGA:Ide Bisnis Modal Kecil 2026 Berbasis Jasa Asisten Virtual Dan Konten AI
BACA JUGA:Memaksimalkan Potensi Diri melalui Dunia Virtual Roblox
Tip Atur Background Agar Terlihat Profesional
a. Pilih Latar yang Bersih dan Netral
Usahakan gunakan dinding polos atau ruang kerja sederhana tanpa banyak dekorasi mencolok. Rak buku rapi, tanaman indoor kecil, atau kursi yang teratur bisa memberi kesan profesional tanpa distraksi.
b. Hindari Elemen Mengganggu
Jangan biarkan benda seperti pakaian tergantung, poster besar, atau poster lucu jadi latar Anda, ini berpotensi memberi kesan kurang serius di mata pewawancara.
c. Gunakan Virtual Background yang Tepat
Jika platform VR Anda mendukung virtual background, pilih yang netral dan relevan dengan konteks profesional. Warna pastel atau gradien lembut sering bekerja lebih baik daripada gambar super tajam atau kontras tinggi.
d. Pencahayaan yang Mendukung
Pencahayaan adalah faktor penentu bagaimana wajah Anda terlihat dalam video atau VR. Hindari cahaya dari belakang atau jendela terang di belakang Anda ini membuat wajah tampak gelap.
BACA JUGA:Elon Musk Sebut xAI Siapkan Gim Bertenaga AI untuk 2026, Gabungkan Dunia Nyata dan Virtual