Talkshow Stand Together, Facing Cancer: Terapi Kanker Kian Canggih, Skrining Bisa Deteksi Gejala Awal

Jumat 13-02-2026,13:09 WIB
Reporter : Tri Yoga Arya
Editor : Indria Pramuhapsari

Sementara, imunoterapi membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker. Ini menjadi upaya deteksi dini kanker.

Pada sesi tanya jawab, peserta menyinggung berbagai mitos yang berkembang di masyarakat tentang kanker. Salah satunya adalah anggapan bahwa mandi malam menyebabkan paru-paru basah.

“Paru-paru basah itu pasti ada sebab medisnya, entah infeksi atau gangguan organ. Bukan karena mandi malam,” jelas Prayudi.

Kendati demikian, menjaga gaya hidup sehat tetaplah fondasi utama pencegahan kanker. Tindakan yang bisa dilakukan adalah menghindari asap rokok, tidak membakar sampah, memakai alat pelindung diri di lingkungan kerja berisiko, mengonsumsi gizi seimbang, dan mampu mengelola stres.

BACA JUGA:Do Yoga To Give, Edukasi SADARI dan Kisah Survivor Kanker Payudara yang Menginspirasi

BACA JUGA:5 Cara Sederhana Meminimalkan Risiko Kanker Payudara Sejak Dini

Lifestyle harus baik. Olahraga rutin. Dan, obat yang paling mujarab adalah hati yang gembira,” tegasnya.

Terpisah dari sesi talkshow, seorang penyintas kanker yang hadir dalam acara tersebut membagikan pengalamannya. Sulistyani yang akrab disapa Nani itu mengidap kanker payudara.

Serangkaian kemoterapi dan radioterapi dia jalani sampai Januari 2025. Namun, dia mengaku masih merasakan dampak lanjutan.

“Berat badan saya enggak bisa dikurangi,” ujar perempuan 65 tahun itu. Selain itu, dia juga mengalami nyeri tulang yang cukup lama setelah terapi.

BACA JUGA:Pentingnya SADARI bagi Perempuan Muda: Deteksi Dini Kanker Payudara untuk Hidup Lebih Sehat

BACA JUGA:Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Kanker Payudara Sejak Dini

Setelah mendengarkan penjelasan Prayudi dalam talkshow, Nani paham bahwa kondisi yang dia alami itu kemungkinan besar berkaitan dengan faktor menopause, kepadatan tulang, dan perubahan metabolisme setelah pengobatan.

Kini, dia tidak cemas lagi soal gejala-gejala yang dia alami setelah rangkaian terapi tuntas. Talkshow tersebut membantunya memahami kondisi tubuhnya sendiri.

Bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga fase pemulihan jangka panjang. “Bermanfaat sekali. Jadi saya tahu harus lebih menjaga berat badan dan kondisi tubuh setelah pengobatan,” tuturnyi. (*)

BACA JUGA:Pengalaman Lisa Manuarva Melawan Kanker Payudara, Sebut Tidak Semenyeramkan Bayangannya

Kategori :